Delta Tirta Ingatkan Ancaman Krisis Air Bersih Sidoarjo 2028, IPA Baru Mendesak

959750_11zon

Sidoarjo |Serulingmedia.com – Krisis air bersih di Kabupaten Sidoarjo tinggal menunggu waktu. Perumda Delta Tirta memperingatkan, tanpa pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru, Sidoarjo dipastikan menghadapi krisis air bersih pada 2028 mendatang.

Peringatan keras tersebut disampaikan Direktur Utama Perumda Delta Tirta, Ir. Dwi Hary Soeryadi, M.M.T, saat kegiatan Media Gathering di Hotel Luminor, Sabtu (31/1/2026).

Lonjakan kebutuhan air bersih, menurut Dwi, terus terjadi setiap tahun seiring pertumbuhan penduduk, perluasan kawasan permukiman, serta meningkatnya aktivitas ekonomi dan industri. Di sisi lain, kapasitas produksi air eksisting semakin mendekati batas maksimal.

“Kalau tidak segera membangun IPA baru, tahun 2028 Sidoarjo benar-benar akan mengalami krisis air. Ini bukan ancaman kosong, tapi hasil perhitungan teknis,” tegas Dwi.

Ia mengungkapkan, Delta Tirta telah menyusun roadmap pengembangan layanan air bersih jangka menengah dan panjang. Namun, peta jalan tersebut membutuhkan keputusan strategis dan dukungan nyata dari seluruh pemangku kepentingan, terutama terkait pembangunan infrastruktur IPA baru.

Meski ancaman krisis air kian nyata, Dwi memastikan kondisi keuangan Delta Tirta berada dalam posisi sehat. Dalam empat tahun terakhir, perusahaan mencatat tren kinerja positif. Pada 2021 laba tercatat Rp 15 miliar, meningkat menjadi Rp 28 miliar pada 2022, melonjak menjadi Rp 43 miliar pada 2023, dan kembali naik menjadi Rp 48 miliar pada 2024.

“Capaian laba menunjukkan pengelolaan perusahaan berjalan baik. Namun, keuntungan tidak akan berarti jika kebutuhan dasar masyarakat, yakni air bersih, tidak bisa kami penuhi ke depan,” ujarnya.

Menurut Dwi, tantangan terbesar Delta Tirta saat ini bukan lagi persoalan internal perusahaan, melainkan kesiapan daerah dalam menjamin keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat Sidoarjo.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi peran media yang selama ini mengawal kinerja Delta Tirta. Transparansi dan komunikasi publik dinilai menjadi kunci agar ancaman krisis air tidak diabaikan.

“Kami berkomitmen menjalankan prinsip Good Corporate Governance. Sinergi dengan media penting agar peringatan ini didengar dan segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Peringatan Delta Tirta menjadi alarm dini bagi semua pihak. Tanpa langkah konkret mulai hari ini, krisis air bersih di Sidoarjo bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan sebuah keniscayaan. (Gus/Eno).