Cabor IBCA MMA Tetap Dipertandingkan di Porprov Jatim IX 2025, KONI Jatim Ambil Kebijakan Khusus

IMG_20250618_221945-1

Malang | Serulingmedia.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur memastikan cabang olahraga Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA MMA) tetap dipertandingkan dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025 di Malang Raya.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Juni 2025 di GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kepastian ini menjadi angin segar bagi para atlet, meskipun sebelumnya sempat muncul dinamika akibat pembekuan kepengurusan Pengprov IBCA MMA Jatim oleh Pengurus Pusat (PP) IBCA MMA.

Pembekuan dilakukan karena Pengprov Jatim dinilai tidak menyesuaikan dengan regulasi yang berlaku di bawah naungan International Mixed Martial Arts Federation (IMMAF), yang kini menjadi rujukan dalam Porprov kali ini.

Tak hanya itu, PP IBCA MMA sempat mengusulkan perubahan menyeluruh, mulai dari lokasi pertandingan, nomor yang dipertandingkan, hingga struktur kepanitiaan. Namun, hal tersebut ditolak oleh KONI Jatim karena pertimbangan teknis dan kesiapan pelaksanaan.

“Kami memisahkan persoalan sanksi organisasi dengan pelaksanaan Porprov. Pelaksanaan cabor ini tinggal hitungan hari. Maka, permintaan PP untuk memindahkan venue, mengubah panitia, dan nomor pertandingan tidak dapat kami penuhi,” tegas Jeffry Tagore, Anggota Binpres KONI Jatim, Rabu (18/6/2025).

Sebagai bentuk penyesuaian, KONI Jatim hanya menyetujui revisi pada nomor pertandingan agar sesuai dengan regulasi IMMAF. Adapun perubahan tersebut meliputi:

Nomor Standfight usia 16–18 tahun diubah menjadi 16–17 tahun.

Nomor Standfight usia 19–23 tahun diubah menjadi 18–23 tahun, untuk kategori putra dan putri.

Penambahan delapan nomor pertandingan guna mengakomodasi seluruh atlet yang telah terdaftar.

“Cabor IBCA MMA diikuti sekitar 380 atlet pada Porprov ini. Untuk mengurangi dampak pembekuan, kami menambah nomor pertandingan. Tim bidang hukum juga telah menelaah dan menyatakan hal ini dimungkinkan,” lanjut Jeffry.

KONI Jatim berharap, ajang ini menjadi ruang pembuktian kemampuan para atlet dan menjadi momentum kebangkitan olahraga bela diri campuran di Jawa Timur.( Gus)