King Abdi Gebrak Graha Pancasila: UMKM kota Batu Harus Naik Kelas atau Tertinggal

Screenshot_2025-05-10-01-58-10-207_com.android.chrome-edit

Batu | Serulingmedia.com – Sarasehan UMKM Milenial yang digelar di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kota Batu, pada Jumat (9/5/2025) menjadi ajang diskusi inspiratif bagi para pelaku usaha muda se-Malang Raya.

Acara ini diinisiasi oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya sebagai bagian dari rangkaian Pesta Rakyat dan SMSI Malang Raya Award 2025 yang berlangsung pada 9–11 Mei 2025.

Narasumber utama dalam sarasehan ini adalah Amrizal Nuril Abdi atau yang akrab disapa King Abdi, seorang pengusaha dan tokoh inspiratif UMKM nasional.

Dalam pemaparannya, King Abdi menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, terutama keterbatasan modal dan persoalan pemasaran produk.

“Terkadang UMKM itu terbatas modal, hanya bisa jualan di tenda. Kalau hujan, makanan tidak laku. Kalaupun laku, tidak fresh lagi,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang jujur dan promosi yang efektif.

“Kalau enak, sampaikan ke banyak orang. Kalau tidak enak, kasih tahu diam-diam,” imbuhnya.

Menurut King Abdi, media sosial menjadi kanal utama yang harus dimanfaatkan pelaku UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Ia juga menyerukan perlunya dukungan dari pemerintah dan stakeholder lain agar UMKM bisa naik kelas dan berdaya saing.

Senada dengan itu, Kepala Diskumperindag Kota Batu, Aries Setiawan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMSI Malang Raya.

“King Abdi adalah sosok inspiratif. Semangat dan motivasinya bisa menjadi pemicu agar UMKM Kota Batu tumbuh melalui kolaborasi dan inovasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan gagasan Wali Kota Batu, Nurochman, tentang pentingnya kolaborasi antarwilayah melalui program “Senyawa Malang Raya”.

“Malang Raya adalah satu kesatuan. Pembangunan dan penguatan UMKM bukan hanya untuk Batu, tapi untuk seluruh Malang Raya,” tegasnya.

Ketua HIPMI Kota Batu, Rizky Ramdan, turut berbicara tentang pentingnya memahami segmentasi pasar dan membangun kredibilitas dalam dunia usaha.

“Bisnis saya di tour and travel sangat terkait dengan UMKM. Wisatawan dari berbagai generasi punya kebutuhan berbeda. Kredibilitas itu membuat jualan kita mudah viral,” ujarnya.

Sarasehan ini menjadi ruang temu gagasan, pengalaman, dan semangat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong kemajuan UMKM di era digital.

Selain sarasehan, rangkaian Pesta Rakyat SMSI Malang Raya juga menghadirkan hiburan rakyat seperti penampilan Cak Sodiq, Ratna Antika, Dj. Farel & Amanda,
parade bantengan, kesenian tradisional, serta 99 stan pelaku UMKM lokal yang memamerkan produk unggulan mereka.( Eno).