JMSI dan SMSI Batu Gelar Buka Bersama, Pererat Kebersamaan Jurnalis dan Pengusaha Kuliner

MEDIA BUBER.jpeg3

Batu I Serulingmedia.com – Anggota Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Batu dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Batu berkolaborasi dengan Pengusaha Lalapan Nasi Tempong Punten mengadakan buka puasa bersama pada Selasa (23/3/2025). Acara ini menjadi ajang silaturahmi antara insan media dan pelaku usaha kuliner di Kota Batu.

Doi Nuri, wartawan Jurnal Nusa.com yang juga Ketua SMSI Malang Raya, menyampaikan bahwa JMSI dan SMSI sebagai konstituen Dewan Pers ingin merangkul berbagai pihak, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan berbagai sektor, termasuk pengusaha kuliner seperti Pengusaha Lalapan Nasi Tempong Punten yang memiliki cita rasa khas dan patut dibanggakan.

“Hadirnya dua organisasi pemilik media, JMSI dan SMSI, yang berada di bawah naungan Dewan Pers di Batu merupakan angin segar dalam pembinaan wartawan. Kami sedang mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengelola objek wisata maupun kuliner seperti Lalapan Nasi Tempong Punten ini,” ungkapnya.

Menurutnya, buka puasa bersama bukan sekadar momen berbagi hidangan setelah seharian menjalankan tugas jurnalistik di bulan puasa, tetapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan sesama insan pers. Tradisi ini menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan sosial, baik dalam lingkup keluarga, pertemanan, maupun masyarakat luas.

“Berbuka puasa bersama mengajarkan arti penting berbagi. Tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga kebahagiaan dan kehangatan dalam interaksi sosial,” lanjutnya.

Berbagai media online turut serta dalam acara ini, di antaranya Jurnal Nusa, Seruling Media, SIAP TV, Edukasi RI, Pendidikan Nasional, Lingkar Media, Kabar Jagad, dan Kabar Terdepan serta para wartawan yang memiliki pos liputan di Batu.

Sementara itu, Agus Riono menegaskan bahwa dalam suasana Ramadan, seharusnya tidak ada kebencian atau permusuhan antarmedia. Namun, tak jarang masih ada individu atau kelompok yang memanfaatkan momen buka puasa untuk memperuncing perbedaan.

“Padahal, dalam ajaran Islam maupun nilai-nilai kemanusiaan universal, berbuka puasa seharusnya menjadi sarana mempererat hubungan, bukan malah memisahkan,” tandasnya.

Jika ada pihak yang mencoba mencemari makna buka puasa dengan konflik dan perpecahan, menurutnya, perlu diingatkan kembali bahwa tujuan utama tradisi ini adalah menciptakan keharmonisan.

“Marilah kita menjaga tradisi ini dengan penuh keikhlasan, menjadikannya sebagai sarana mempererat silaturahmi, dan menjauhkan diri dari segala bentuk perselisihan,” ujarnya.

Annisa Indahyani, pemilik Depot Lalapan Nasi Tempong Punten Batu, menyampaikan bahwa hadirnya lalapan nasi tempong di Batu berawal dari kecintaannya terhadap masakan khas Banyuwangi yang memiliki cita rasa unik dan harga terjangkau.

“Nasi Tempong, atau Sego Tempong, adalah warisan kuliner tradisional Banyuwangi yang terkenal dengan paduan nasi, lauk pauk, lalapan segar, dan sambal khas yang menggugah selera,” jelasnya.

Depot Lalapan Nasi Tempong Punten berlokasi di Jalan Raya Punten, dekat Kantor Kecamatan Bumiaji . Keunikan dari nasi tempong di sini adalah adanya nasi punel, pete, dan terong goreng yang memberikan sentuhan lokal khas. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp15 ribu hingga Rp35 ribu untuk porsi jumbo.

Annisa juga menjelaskan Nasi Tempong bukan sekadar makanan, tetapi juga cerminan filosofi hidup masyarakat Banyuwangi. Kata “tempong” dalam bahasa Osing berarti tamparan, merujuk pada sensasi pedas luar biasa dari sambalnya, seolah memberikan “tamparan” bagi lidah dan membangkitkan semangat.

“Kesederhanaan bahan-bahannya mengajarkan bahwa kebahagiaan dapat ditemukan dalam hal-hal sederhana. Komposisi lauk, lalapan, dan sambal mencerminkan keseimbangan hidup, sementara rasa pedasnya melambangkan perjuangan yang menjadikan hidup lebih bermakna,” tambahnya.

Dengan adanya kolaborasi antara JMSI, SMSI, dan Pengusaha Lalapan Nasi Tempong Punten, diharapkan hubungan antara media dan pelaku usaha kuliner di Kota Batu semakin erat, sekaligus menambah keberagaman kuliner bagi warga dan wisatawan.

“Buka puasa bersama ini menjadi ajang mempererat kebersamaan para jurnalis. Hadirnya Lalapan Nasi Tempong Punten menambah varian kuliner di Kota Batu, mari nikmati sensasinya,” pungkas Annisa.( Eno).