Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Serahkan 212 Sertipikat Tanah Aset Muhammadiyah

IMG-20250311-WA0013

Tangerang Selatan, Serulingmedia.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyerahkan 212 sertipikat tanah aset milik Persyarikatan Muhammadiyah dalam acara Pengkajian Ramadan 1446 H yang berlangsung di Auditorium Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Kamis (06/03/2025).

Dalam sambutannya, Menteri Nusron menegaskan komitmennya untuk mempercepat sertipikasi tanah wakaf serta rumah ibadah lainnya. Ia juga mengumumkan rencana penyediaan loket khusus bagi pendaftaran tanah milik organisasi masyarakat dan lembaga keagamaan.

“Pelayanan sertipikat tanah di Kantor Pertanahan biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan, dengan jumlah permohonan sekitar delapan juta per tahun. Dengan adanya loket khusus, pelayanan bagi lembaga keagamaan diharapkan lebih cepat dan efisien,” ujar Nusron Wahid.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, turut hadir untuk menerima sertipikat tanah dengan total luas aset mencapai 36,6 hektare yang berlokasi di Kabupaten Bogor. Menteri Nusron menyambut baik inisiatif Muhammadiyah dalam mempercepat sertipikasi tanah guna kepentingan organisasi.

Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Kementerian ATR/BPN berkomitmen menata ulang sistem pertanahan yang lebih berkeadilan dan merata, tanpa mengabaikan keberlanjutan ekonomi. Salah satu inisiatif yang dibahas dalam kesempatan ini adalah program wakaf produktif. Program ini memungkinkan wakaf dalam bentuk hak atas tanah, di mana tanah tetap milik negara, tetapi dapat diberikan Hak Guna Usaha (HGU) atau Hak Guna Bangunan (HGB) kepada badan wakaf yang dikelola organisasi keagamaan.

Program tersebut memanfaatkan tanah cadangan negara yang diperkirakan mencapai 1,4 juta hektare, dengan tujuan mendukung ketahanan pangan nasional. Kementerian ATR/BPN menggandeng berbagai elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah, agar tanah terlantar dapat dimanfaatkan secara produktif demi kepentingan bersama.

“Melalui program ini, kami berharap tanah dapat dimanfaatkan untuk usaha, pengembangan sosial, dan pendidikan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dengan mengoptimalkan tanah cadangan negara. Program ini tidak akan berhasil tanpa keterlibatan masyarakat, salah satunya Muhammadiyah,” jelas Menteri Nusron.

Acara ini turut dihadiri oleh Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menteri KKP, Sakti Wahyu Tenggrono; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’Ti; Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan; Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ulhaq; Wamen KKP, Didit Herdiawan; serta Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran, Dzulfikar Ahmad Tawalla. Sebagai tuan rumah, hadir pula Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ma’mun Murod; Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan; serta sejumlah tokoh Muhammadiyah lainnya.

Menteri Nusron turut didampingi oleh Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid; Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian ATR/BPN, Harison Mocodompis beserta jajaran; Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor II, Uunk Din Parunggi; dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan.( Sar).