PDHI Jatim II dan Pemkot Batu Bahas Penanggulangan PMK Yang Merebak di Kota Batu

IMG-20250103-WA0071

 

Batu | Serulingmedia. Com – Dalam rangka menangani merebaknya kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Batu, Pengurus PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) Jatim II yang dipimpin oleh Drh. Deddy Fachruddin Kurniawan, M.Vet menggelar audiensi dengan Pemerintah Kota Batu yang diwakili oleh PJ Walikota Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., beserta jajaran terkait. Pertemuan yang berlangsung pada Jumat (3/1/2025).

Pertemuan bertujuan untuk membahas langkah-langkah strategis dalam mengatasi penyebaran PMK yang sudah menyebar ke tujuh desa di wilayah Batu.

Drh. Deddy menyampaikan informasi terkini mengenai situasi PMK, baik di tingkat nasional maupun regional. Menurutnya, peningkatan kasus PMK di Kota Batu sangat terkait dengan habisnya masa efektivitas vaksin yang dilakukan pada Mei 2024.

Mengingat vaksin PMK hanya bertahan sekitar enam bulan, Drh. Deddy menekankan perlunya vaksinasi ulang sebagai langkah utama untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini.

“Vaksinasi harus dilakukan secara berkelanjutan selama lima tahun berturut-turut untuk bisa mengendalikan PMK dengan efektif. Jika kita lalai sekali saja, program tersebut bisa gagal dan harus dimulai dari awal,” ujar Drh. Deddy.

Selain itu, Drh. Deddy menyoroti pentingnya pengalokasian anggaran untuk vaksinasi yang harus menjadi prioritas bagi pemerintah daerah.

Ia juga menambahkan PDHI dengan lebih dari 50 anggota di sekitar Kota Batu siap dikerahkan untuk membantu proses vaksinasi. Bahkan, PDHI berencana untuk bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) untuk melibatkan mahasiswa kedokteran hewan dalam upaya pengendalian PMK.

Sebagai langkah lebih lanjut, PDHI juga telah mengirimkan dokumen Standar Prosedur Penanganan PMK dari komite PMK IDHSI (Ikatan Dokter Hewan Sapi Indonesia) kepada Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Kota Batu sebagai bagian dari komitmen ilmiah mereka dalam menangani wabah ini.

“Kami ini ibarat anak yang mengingatkan Bapaknya. Korps PDHI memiliki kewajiban mengingatkan secara keilmuan medis sesuai kompetensi dan kewenangan kami, namun kewenangan tetap ada ditangan Bapak sebagai pimpinan wilayah.”lanjut Dokter Deddy.

Dalam pertemuan tersebut, Drh. Deddy juga menekankan pentingnya pemberdayaan Pejabat Otoritas Veteriner (POV) di Kota Batu, mengingat masalah kesehatan hewan dapat berdampak langsung pada kesehatan manusia.

Penyakit yang menyerang populasi hewan pangan berpotensi mengancam pasokan protein hewani, yang dapat menurunkan kualitas kesehatan masyarakat. Selain itu, penyakit zoonosis dari hewan kesayangan juga menjadi ancaman yang harus diperhatikan.

Konsep One Health, yang memandang kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan, menjadi landasan penting dalam penanganan PMK.

Drh. Deddy mengingatkan bahwa kerjasama antara pemerintah daerah, organisasi profesi, akademisi, dan masyarakat adalah kunci untuk mencegah penyebaran PMK lebih lanjut.

Dengan langkah-langkah seperti vaksinasi berkelanjutan dan pemberdayaan pejabat terkait, diharapkan Kota Batu dapat segera mengendalikan wabah PMK dan melindungi kesehatan hewan serta manusia di wilayah tersebut.( Eno ).