Menanggapi Penyebaran PMK, PDHI Siap Ajukan Langkah Strategis ke Pemerintah Kota Batu

Screenshot_20250102-145908_Gallery

 

Batu | Serulingmedia. Com – Penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Timur menjadi perhatian serius bagi banyak pihak, termasuk Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Wilayah Jawa Timur 2.

Ketua PDHI, Drh. Deddy F Kurniawan MVet, mengungkapkan bahwa mereka akan mengirimkan surat audiensi kepada PJ. Walikota Batu untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis dalam menghadapi wabah PMK yang telah masuk ke Kota Batu.

Keputusan ini diambil setelah Deddy membaca pemberitaan tentang temuan virus PMK di kota tersebut yang pertama kali dilaporkan oleh Serulingmedia.com.

Dalam pernyataannya, Drh. Deddy menegaskan PDHI berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah Kota Batu untuk menyusun langkah-langkah antisipatif yang dapat meminimalkan dampak virus PMK pada hewan ternak.

“InsyaAllah PDHI hari ini mengirimkan surat audiensi untuk bisa ketemu PJ. Walikota Batu segera, kemungkinan dijadwalkan besok,” ujar Deddy.

Audensi ini diharapkan menjadi tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Surabaya, di mana PDHI telah mendesak pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah strategis, termasuk mendorong alokasi penganggaran untuk vaksinasi massal pada tahun 2025.

Penyebaran virus PMK di Kota Batu menjadi semakin krusial setelah kejadian penularan pada tiga ekor hewan ternak yang melibatkan dua yakni desa Pendem dan Pesanggrahan.

Hal ini membuat PDHI semakin fokus untuk mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah tegas.

“Ini juga yang akan kami ‘highlight’ ke kepala daerah, karena tiga kasus bisa menjadi 30, lalu 300, dan seterusnya dalam waktu singkat jika tidak segera membuat keputusan,” tegas Drh. Deddy, yang juga merupakan warga asli Kota Batu.

Mengantisipasi penyebaran lebih lanjut, PDHI berencana memberikan rekomendasi langkah-langkah strategis kepada pemerintah setempat.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mencegah penyebaran virus PMK yang lebih luas dan memberikan dampak besar terhadap sektor peternakan. Hingga tanggal 29 Desember 2024, Jawa Timur tercatat memiliki 206.082 ekor hewan ternak yang terinfeksi PMK, dengan 194.961 ekor (94,60%) dinyatakan sembuh, dan 4.89 ekor (2,27%) mati.

Namun, meskipun angka kesembuhan cukup tinggi, hampir seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Batu, belum berstatus bebas dari virus PMK.

Dengan adanya ancaman ini, PDHI berusaha mempercepat upaya pencegahan dan penanganan PMK melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Salah satu langkah penting yang akan ditekankan dalam audensi tersebut adalah perlunya persiapan antisipasi yang lebih matang dalam menghadapi kedaruratan PMK. Vaksinasi massal, yang direncanakan pada tahun 2025, menjadi salah satu solusi jangka panjang yang diusulkan PDHI untuk mencegah meluasnya penyebaran virus ini.

Keseriusan PDHI dalam menangani wabah PMK ini sangat penting, mengingat dampaknya yang dapat merugikan peternak, terutama di daerah dengan jumlah ternak yang banyak seperti Jawa Timur.

Oleh karena itu, kolaborasi antara PDHI, pemerintah daerah, dan sektor terkait sangat dibutuhkan untuk melindungi sektor peternakan dan menjaga kesejahteraan hewan ternak. Audensi yang akan dilaksanakan dengan PJ. Walikota Batu menjadi langkah awal yang positif dalam upaya bersama mengatasi ancaman virus PMK di Kota Batu.( Eno).