Rektor UIN Malang: Mahasiswa Bawa Nama Kampus, Prestasi Harus Didukung

Screenshot_2026-09-01-16-39-57-038_com.android.chrome-edit

Malang | Serulingmedia.com – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menegaskan kampus harus hadir mendukung mahasiswa yang berprestasi ketika mereka membawa nama UIN Malang dalam kompetisi maupun ajang lainnya.

 

Menurutnya, prestasi mahasiswa bukan hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari branding dan reputasi institusi. Karena itu, dukungan pembiayaan perlu diberikan dengan tetap memperhatikan mekanisme, akuntabilitas, dan pertanggungjawaban anggaran.

 

“Kalau prestasi mahasiswa, dan itu atas nama kampus, dan itu nanti kalau menang, di-upload di siaran, menjadi branding-nya kampus, maka itu harus dibiayai,” tegas Prof. Ilfi dalam forum Ngobras (Ngobrol Santai) bareng Rektor dan jajaran pimpinan bersama perwakilan mahasiswa, di Ruang Senat, Lantai 4 Kampus I UIN Malang, Selasa (1/9/2026).

 

Forum tersebut menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membahas berbagai persoalan pengembangan kegiatan kemahasiswaan.

Hadir dalam forum tersebut perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas, serta berbagai elemen mahasiswa lainnya.

Program Mahasiswa Diminta Tak Berhenti di Rencana

Selain persoalan dukungan prestasi, Prof. Ilfi meminta organisasi mahasiswa mempercepat pelaksanaan program kerja yang telah disusun.

 

Permintaan tersebut disampaikan mengingat periode kepengurusan organisasi mahasiswa akan berakhir pada Desember. Program yang masih tertunda diminta segera dipetakan dan direalisasikan berdasarkan urgensi serta waktu yang tersisa.

 

Menurut Rektor, perencanaan yang baik harus diikuti dengan pelaksanaan yang terukur. Karena itu, komunikasi antara mahasiswa dan pimpinan menjadi penting agar berbagai kendala dalam pelaksanaan program dapat segera diselesaikan.

 

Ia menekankan, sinergi dan kolaborasi tidak boleh berhenti pada forum dialog, tetapi harus diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi mahasiswa dan institusi.

 

Komunitas Mahasiswa Dibuka untuk Berkembang

Prof. Ilfi juga memberikan perhatian terhadap pengembangan komunitas mahasiswa. Komunitas yang memiliki aktivitas positif dan memberikan kontribusi terhadap lingkungan kampus dinilai perlu mendapatkan ruang untuk berkembang.

 

Kampus, kata dia, akan membuka ruang fasilitasi sesuai mekanisme kelembagaan yang berlaku. Keberadaan komunitas diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa mengembangkan kreativitas, kapasitas, jejaring, dan pengalaman di luar ruang perkuliahan.

 

“Mahasiswa tidak hanya tumbuh dari proses pembelajaran di kelas. Organisasi dan komunitas juga menjadi ruang penting untuk membangun kapasitas dan pengalaman,” ujarnya.

 

Dies Natalis Harus Lebih Spektakuler

Menjelang Dies Natalis UIN Malang, Rektor juga mendorong mahasiswa dan seluruh unsur kampus menghadirkan rangkaian kegiatan yang tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.

 

Ia menginginkan kegiatan yang lebih kreatif, inovatif, dan spektakuler sehingga mampu memperkuat posisi UIN Malang di tingkat nasional hingga internasional.

 

“Kita punya mimpi besar, maka nanti mimpi besar itu harus dimulai dari kegiatan yang spektakuler,” ujarnya.

 

Pesan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi mahasiswa agar tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi ikut melahirkan gagasan yang mampu mengangkat nama UIN Malang.

 

Di hadapan para mahasiswa, Prof. Ilfi menegaskan bahwa kampus memiliki pandangan jauh terhadap masa depan mereka. Mahasiswa tidak hanya dinilai berdasarkan capaian hari ini, tetapi berdasarkan potensi yang dapat dikembangkan.

 

“Kami melihat kalian bukan seperti kalian saat ini, tapi kami melihat kalian di masa depan,” pungkasnya. ( Eno).