28 Perupa dari Indonesia hingga Singapura Ramaikan “Long Street”, Komperta Tegaskan Seni Tak Pernah Mati
Surabaya | Serulingmedia.com –Komunitas Perupa Delta (Komperta) kembali menunjukkan denyut kreativitasnya melalui pameran seni rupa bertajuk “Long Street Lintas Generasi” yang digelar di Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jawa Timur (TBJT), Jalan Gentengkali Nomor 85 Surabaya, pada Sabtu – Jum’at ( 13–19/6/ 2026).
Pameran yang mempertemukan seniman lintas usia dan lintas daerah ini dibuka oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Taman Budaya Jawa Timur, Sunu Sekarpawening, S.Sos., M.Si.
Pembukaan turut dihadiri para perupa peserta pameran serta pelaku seni rupa dari berbagai daerah seperti Sidoarjo, Surabaya, Malang, Lamongan, hingga Jombang.
Dalam sambutannya, Sunu Sekarpawening membacakan pesan tertulis Kepala Taman Budaya Jawa Timur, Dedi Hariyono, S.E. Ia menyebut perkembangan seni rupa di Jawa Timur telah menunjukkan sinyal kuat untuk menjadi salah satu poros seni rupa Indonesia.
“Hal tersebut dibuktikan dengan tumbuhnya seniman muda berlatar akademis yang produktif sebagai regenerasi perupa kreatif dan inovatif sesuai tuntutan zaman. UPT Taman Budaya menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas prakarsa Komperta melalui pameran bertema ‘Long Street’ ini,” ujarnya.
Pengamat seni rupa sekaligus dosen Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, Agus Sukamto, M.Sn., yang akrab disapa Agus Kucing, menilai pameran ini menjadi bukti bahwa seni rupa merupakan estafet kemanusiaan yang terus bergerak melampaui batas generasi.
“‘Lintas Generasi: Melampaui Batas Waktu, Menembus Episentrum Zaman’ pada akhirnya membuktikan bahwa seni rupa adalah sebuah estafet kemanusiaan. Daya tarik utama pameran ini tidak bisa dipisahkan antara karya dan pertemuannya. Karya adalah suaranya, sedangkan pertemuan antargenerasi adalah gaungnya,” tegas Agus.
Ia berharap langkah Komperta tidak berhenti pada pameran kali ini.
“Saya berharap langkah Komperta dengan pameran lintas generasi terus berlanjut, tidak berhenti sampai di sini. Teruslah bergerak,” pungkasnya.
Ketua Komperta, Kris Mariyono, mengatakan pameran ini merupakan pembuktian bahwa komunitas yang telah berdiri selama satu dekade tersebut masih tetap eksis dan produktif berkarya mengikuti perkembangan zaman.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ruang motivasi bagi generasi muda untuk terus berkreasi di bidang seni rupa. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta open call yang didominasi perupa muda dari berbagai daerah, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Peserta open call berasal dari Sidoarjo, Surabaya, Jombang, Denpasar hingga Singapura. Mereka terpilih untuk mengembangkan kreativitasnya melalui karya-karya seni rupa,” ujar Cak Kris.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas keterlibatan sejumlah perupa bereputasi nasional yang ikut menyemarakkan pameran, seperti Sarwo Prasojo dari Banyuwangi, Yoes Wibowo dari Pasuruan, serta Joko Pramono (Jopram) dari Surabaya.
Sementara perupa dari Komperta yang turut memamerkan karya antara lain Ali Taufan, Arief Wong, Djagad Ngadianto, Kris M, Miesgianto, Nur Cholis, Yoyok, Vidi Arivianto, dan Widodo Basuki.
“Total ada 28 perupa yang berpameran, terdiri atas delapan peserta Komperta, tiga peserta undangan khusus, dan 17 peserta hasil seleksi open call. Sekitar 60 karya seni rupa dari berbagai corak ditampilkan dalam pameran ini,” jelasnya.
Pembukaan pameran berlangsung sederhana namun semarak dengan suguhan pertunjukan musik dari Arul Lamandau, menambah hangat suasana perjumpaan para seniman lintas generasi.
Melalui “Long Street Lintas Generasi”, Komperta tidak sekadar memamerkan karya, tetapi juga mengirim pesan bahwa seni rupa Jawa Timur terus hidup, tumbuh, dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. ( Eno).






