Yumiko Alfredda Viskha Sinartha Menangis Haru, Monolog “Ingatan” Antar ke Juara I FLS3N Kota Batu

1344089_11zon

Batu | Serulingmedia.com —Kebahagiaan tak bisa disembunyikan dari wajah Yumiko Alfredda Viskha Sinartha.

 

Siswi kelas XI SMAK Yossuba itu tampak berjingkrak kecil, matanya berbinar, sesaat setelah namanya diumumkan sebagai Juara I lomba monolog dalam ajang Seleksi FLS3N 2026 Kota Batu yang berlangsung di SMAN 2 Batu, Sabtu (25/4/2026).

Lewat penampilannya membawakan monolog berjudul “Ingatan”, Yumiko—yang akrab disapa Yumi—berhasil memukau dewan juri dan menyisihkan lima finalis lainnya dari SMA, MA, dan SMK se-Kota Batu.

 

Bagi Yumi, kemenangan ini bukan sekadar piala, melainkan buah dari perjalanan panjang yang penuh latihan, rasa lelah, dan harapan.

 

Di balik panggung, Yumi mengaku sempat diliputi rasa gugup. Namun begitu lampu sorot menyala, ia mencoba tenggelam dalam karakter, menghidupkan setiap emosi dalam cerita yang ia bawakan.

 

“Semua latihan seperti terbayar saat tampil. Saya hanya berusaha jujur dengan peran yang saya mainkan,” tuturnya pelan.

Usai dinyatakan sebagai pemenang, Yumi tak kuasa menahan haru. Dengan senyum lebar, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanannya.

“Terima kasih kepada kepala sekolah, guru pembimbing, dan orang tua yang selalu memberi semangat. Tanpa mereka, saya tidak akan sampai di titik ini,” ucapnya.

Ajang FLS3N memang bukan sekadar perlombaan. Di dalamnya, ratusan pelajar Kota Batu berkumpul, membawa mimpi dan bakat terbaik mereka di bidang seni dan sastra.

 

Mulai dari tari kreasi, vokal solo, monolog, hingga desain poster, semuanya menjadi ruang bagi generasi muda untuk berekspresi dan berkembang.

 

Bagi Yumi, panggung ini adalah awal dari perjalanan yang lebih besar. Ia dijadwalkan mewakili Kota Batu di tingkat Provinsi Jawa Timur pada Juli 2026 mendatang.

 

Tantangan tentu akan semakin berat, namun semangatnya tak surut.
Sebagai putri dari keluarga Gajah Purwo Nusantara, Yumi juga membawa nilai kebersamaan dan ketulusan dalam setiap langkahnya. Ia percaya, kerja keras dan doa akan selalu menemukan jalannya.

 

Kini, langkah kecilnya di panggung monolog telah mengantarkannya pada harapan yang lebih besar. Dari Kota Batu, Yumi bersiap melangkah lebih jauh—membawa “Ingatan” yang tak hanya ia perankan, tetapi juga ia ukir sebagai bagian dari perjalanan hidupnya. ( Eno).