Menjelang peringatan Tahun Baru Islam dan masa libur sekolah, permintaan LPG bersubsidi 3 kilogram di Malang Raya Melonjak
Malang | Serulingmedia.com – Permintaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi 3 kilogram di wilayah Malang Raya mengalami lonjakan menjelang Tahun Baru Islam dan memasuki masa libur sekolah.
Fenomena ini diperkuat dengan meningkatnya jumlah pesta pernikahan yang digelar masyarakat sepanjang Juni, sehingga kebutuhan gas untuk rumah tangga maupun usaha katering ikut terkerek naik.
Sejumlah pangkalan LPG di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu mencatat adanya peningkatan permintaan dibandingkan hari-hari biasa. Kendati demikian, distribusi LPG 3 kilogram hingga kini masih berjalan normal dan stok dinyatakan aman.
Minfahul Huda (46), pemilik salah satu pangkalan LPG di Kabupaten Malang, mengatakan lonjakan mulai terasa sejak anak-anak memasuki masa libur sekolah. Menurutnya, aktivitas memasak di rumah meningkat karena banyak keluarga memilih berkumpul dan menerima kunjungan sanak saudara.
“Permintaan LPG 3 kilogram memang mengalami kenaikan seiring datangnya musim liburan anak sekolah. Selain itu, banyak wisatawan yang berkunjung ke Malang untuk berlibur sehingga aktivitas usaha kuliner dan kebutuhan rumah tangga juga ikut meningkat,” ujar Minfahul, Jum’at (12/6/2026).
Ia mengungkapkan, pesta pernikahan dan hajatan warga menjadi faktor lain yang turut mendongkrak konsumsi LPG bersubsidi.
Kebutuhan memasak dalam jumlah besar untuk katering membuat penggunaan gas melon meningkat signifikan.
“Bulan ini cukup banyak acara pernikahan dan hajatan masyarakat. Kebutuhan LPG untuk memasak dalam jumlah besar otomatis meningkat dibandingkan hari biasa,” katanya.
Meski permintaan naik, para pemilik pangkalan memastikan pasokan dari agen masih lancar. Distribusi tetap dilakukan sesuai jadwal sehingga masyarakat diminta tidak panik dan menghindari pembelian berlebihan.
Pelaku usaha berharap pemerintah dan pihak terkait menjaga kestabilan pasokan LPG bersubsidi selama periode libur sekolah dan Tahun Baru Islam. Ketersediaan gas dinilai krusial untuk menopang kebutuhan rumah tangga sekaligus menjaga keberlangsungan usaha mikro yang bergantung pada LPG 3 kilogram.
Lonjakan permintaan ini menjadi pengingat bahwa setiap momentum liburan dan hajatan massal selalu berdampak pada konsumsi energi rumah tangga.
Tantangannya bukan sekadar memenuhi kebutuhan pasar, melainkan memastikan distribusi tepat sasaran agar tidak memicu kelangkaan di tingkat masyarakat. ( Eno).






