International Office UIN Malang Sosialisasi Keimigrasian dan Akademik, Perkuat Layanan Mahasiswa Internasional
Malang | Serulingmedia.com – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terus menguatkan perannya sebagai kampus berwawasan global melalui sosialisasi sistem akademik dan keimigrasian bagi mahasiswa internasional, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung pertemuan rektorat lantai 4 diselenggarakan International Office UIN Malang ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno. Turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Drs. Basri, M.A., Ph.D serta Kepala Biro AAKK Ita Hidayatus Sholihah, M.M.
Dalam sambutannya, Prof. Triyo Supriyatno menegaskan pentingnya penguatan layanan terpadu bagi mahasiswa internasional sebagai bagian dari komitmen UIN Malang menjadi kampus kelas dunia. Ia menyebut, keberadaan mahasiswa asing tidak hanya memperkaya atmosfer akademik, tetapi juga menjadi indikator kepercayaan global terhadap kualitas pendidikan di UIN Malang.

“Mahasiswa internasional adalah duta akademik yang membawa nama baik kampus di level global. Karena itu, kita wajib memastikan mereka mendapatkan layanan terbaik, baik dari sisi akademik maupun keimigrasian,” ujar Prof. Triyo.
Ia juga menekankan bahwa kepatuhan terhadap regulasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari pembentukan budaya akademik yang tertib dan profesional.
“Pemahaman terhadap aturan visa, izin tinggal, hingga tata tertib kampus adalah fondasi penting agar proses belajar berjalan lancar. Kami ingin mahasiswa merasa aman, nyaman, dan fokus pada studi mereka,” tambahnya.
Sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi hukum keimigrasian sekaligus memastikan mahasiswa asing memahami sistem akademik yang berlaku selama menempuh studi di UIN Malang.
Dalam kegiatan tersebut, hadir tiga narasumber dari Kantor Imigrasi Kelas I Malang, yakni Ismawan Mochsen yang membawakan materi pengawasan orang asing serta intelijen dan penindakan keimigrasian, Ajeng Larasati terkait pengurusan visa dan izin tinggal (KITAS), serta Arofiatus Sa’diyah mengenai sistem pelayanan dan budaya akademik bagi mahasiswa internasional.
Puluhan mahasiswa asing dari berbagai negara tampak antusias mengikuti forum yang dirancang interaktif tersebut.
Ismawan Mochsen menegaskan bahwa sosialisasi keimigrasian merupakan agenda rutin setiap semester sebagai bentuk pendampingan menyeluruh bagi mahasiswa internasional. Hal ini dinilai penting seiring meningkatnya jumlah mahasiswa asing di UIN Malang.
“Kami ingin memastikan mahasiswa internasional memahami regulasi visa, perpanjangan izin tinggal (KITAS), serta kewajiban selama berada di Indonesia agar mereka bisa belajar dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian, yakni kepatuhan terhadap regulasi keimigrasian, jaminan keamanan selama tinggal di Indonesia, serta kelancaran proses akademik tanpa kendala administratif.
Selain itu, kemudahan layanan keimigrasian juga terus diperkuat melalui kerja sama dengan pihak imigrasi, termasuk pemanfaatan program Eazy Paspor untuk mempermudah pengurusan dokumen bagi mahasiswa asing.
Di sisi akademik, UIN Malang memberikan pendampingan menyeluruh guna memastikan mahasiswa internasional mematuhi seluruh aturan administrasi dan tata tertib kampus. Hal ini sejalan dengan identitas UIN Malang sebagai “Bilingual University” yang mengedepankan kualitas layanan pendidikan berstandar global.
Berbeda dari kegiatan sebelumnya, sosialisasi kali ini melibatkan lebih banyak mahasiswa lintas program studi, mencerminkan semakin luasnya komunitas internasional di kampus tersebut.
Tak hanya penyampaian materi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi hearing sebagai ruang dialog terbuka antara mahasiswa, kampus, dan pihak imigrasi. Mahasiswa dapat menyampaikan berbagai kendala, pengalaman, hingga aspirasi selama tinggal dan belajar di Malang.
Melalui pendekatan interaktif ini, UIN Malang berharap dapat menekan potensi pelanggaran administratif sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi mahasiswa internasional.
Komitmen ini menegaskan posisi UIN Malang sebagai kampus ramah internasional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan jaminan legalitas, keamanan, dan kenyamanan bagi mahasiswa asing selama menempuh pendidikan di Indonesia.empuh pendidikan di Indonesia. ( Eno)






