Luur! Ada Lagi Proyek Mangkrak! SDN Temas 01. Ketua Komisi C DPRD Batu Pertanyakan Kinerja Kontraktor
Batu | Serulingmedia.com – Mandeknya proyek rehabilitasi gedung SDN Temas 01 Kota Batu sejak 2025 menuai sorotan dari DPRD Kota Batu.
Ketua Komisi C, Hj. Dewi Kartika, ST, secara tegas mempertanyakan kinerja kontraktor pelaksana yang dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target.

Dalam rapat dengar pendapat bersama Dinas Pendidikan Kota Batu pada Februari 2026 lalu, Komisi C menerima penjelasan bahwa keterlambatan proyek diduga akibat kelalaian kontraktor, bahkan disebut telah meninggalkan pekerjaan sebelum tuntas.
“Kami mempertanyakan keseriusan dan tanggung jawab kontraktor. Ini proyek pendidikan, dampaknya langsung ke siswa. Tidak boleh dibiarkan seperti ini,” tegas Dewi Kartika, Selasa (14/4/2026).
Proyek rehabilitasi senilai lebih dari Rp700 juta tersebut mencakup enam ruang kelas. Namun hingga kini, progres pembangunan dinilai sangat minim.
Dari enam kelas yang direncanakan, hanya dua yang terpasang rangka atap baja ringan tanpa penutup genting, sementara empat ruang lainnya belum tersentuh pekerjaan.
Kondisi ini berdampak langsung pada kegiatan belajar mengajar. Sejumlah siswa terpaksa belajar di ruang perpustakaan, sementara lainnya harus digabung dalam satu kelas karena keterbatasan ruang.
“Jelas sangat mengganggu. Anak-anak jadi tidak nyaman belajar, dan sampai sekarang belum ada kepastian kapan proyek ini selesai,” ujar salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.
Selain mempertanyakan kinerja kontraktor, Komisi C juga menyoroti proses penunjukan rekanan dalam proyek tersebut.
Kartika menekankan, pihaknya telah mengingatkan dinas terkait agar lebih berhati-hati dalam menentukan rekanan, meskipun sudah melalui mekanisme lelang.
“Kami tekankan ke dinas terkait supaya hati-hati dalam menentukan rekanan dalam proses pembangunan meski sudah pakai sistem lelang. Kita ini anggaran ada, tapi kalau salah prosedur, rakyat yang dirugikan. Harusnya utamakan rekanan lokal saja. Pakai rekanan yang katanya profesional, tapi hasilnya malah wanprestasi. Harus ada evaluasi dan kontrol terhadap kinerja kontraktor rekanan, serta transparansi informasi kegiatan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengawasan yang lemah hanya akan membuka celah terulangnya kasus serupa di proyek-proyek lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Ir. Alfi Nur Hidayat, M.T., Ph.D, yang menjabat sejak awal Februari 2026, menyampaikan bahwa proyek tersebut saat ini masih dalam proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

“Secara teknis kami siap melanjutkan pembangunan, namun saat ini masih menunggu hasil audit BPK. Kami ingin memastikan semua berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kelanjutan proyek masih menunggu Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK serta kepastian anggaran lanjutan.
Hingga saat ini, proyek rehabilitasi SDN Temas 01 masih belum menunjukkan perkembangan berarti.
DPRD Kota Batu pun menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan penyelesaian, demi menjamin hak siswa untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.( Eno).






