Proyek SDN Sisir Satu Mangkrak, Siswa Dipindah dan Keselamatan Terancam
Batu | Serulingmedia.com – Pembangunan rehabilitasi gedung SDN Sisir 01 Kota Batu sejak tahun 2025 hingga kini belum juga rampung dan terkesan mangkrak.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius dari pihak sekolah terkait keselamatan siswa, terlebih saat hujan dan angin kerap melanda wilayah Kota Batu.
Proyek rehabilitasi senilai lebih dari Rp668 juta tersebut mencakup perbaikan ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, UKS, hingga perpustakaan.
Namun hingga memasuki tahun 2026, pembangunan belum selesai dan menyisakan material bangunan yang berserakan di area sekolah.
Kepala SDN Sisir 01, Dewi Nugraeni, M.Pd, mengungkapkan bahwa mangkraknya proyek sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar sekaligus membahayakan keselamatan siswa.

“Bahan bangunan yang berserakan jelas mengganggu aktivitas anak-anak. Saat hujan disertai angin, kami sangat cemas. Bagaimana jika gedung tiba-tiba roboh,” ujarnya.
Saat ini, sebanyak 196 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 terpaksa dipindahkan sementara ke SDN Sisir 02 yang tidak terpakai.
Padahal dalam satu kawasan tersebut juga terdapat SMP PGRI dan TK PGRI 03, sehingga aktivitas pendidikan menjadi semakin padat dan kurang kondusif.
Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Hj. Dewi Kartika, ST, menyatakan pihaknya telah melakukan hearing dengan Dinas Pendidikan sekitar Februari 2026 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa keterlambatan proyek disebabkan oleh kelalaian kontraktor.
“Dinas Pendidikan sudah mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak. Dijanjikan sebelum pertengahan tahun 2026 proyek akan dilanjutkan. Kita tunggu realisasinya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar ke depan proses pemilihan rekanan dilakukan lebih cermat meskipun sudah melalui mekanisme lelang, guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Ir. Alfi Nur Hidayat, M.T., Ph.D, menjelaskan bahwa saat ini proyek tersebut tengah dalam proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI).

“Secara teknis kami sanggup melanjutkan pembangunan, namun saat ini masih menunggu hasil audit BPK. Pemerintah kota tentu menginginkan yang terbaik untuk anak-anak didik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kelanjutan pembangunan juga masih menunggu kepastian anggaran setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK keluar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu pada periode awal proyek tahun 2025, Chori, saat dikonfirmasi memberikan pernyataan singkat terkait mangkraknya proyek tersebut.
“Maaf, saya tidak tahu. Sekarang itu sudah bukan kewenangan saya. Silakan konfirmasi ke Pak Alfi saja sebagai kepala dinas yang baru,” ujarnya singkat.
Di sisi lain, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Batu, Daud, belum dapat memberikan keterangan saat dihubungi.
Menanggapi kasus ini, pegiat sosial sekaligus pengacara, Kayat Hariyanto, S.H., M.H, menjelaskan bahwa dalam kondisi kontraktor tidak menyelesaikan pekerjaan, terdapat prosedur yang harus ditempuh oleh dinas terkait.

“Langkah yang harus dilakukan antara lain memutus kontrak, mencairkan jaminan pelaksanaan, melakukan blacklist terhadap kontraktor, meminta audit BPK, dan jika terdapat kerugian negara dapat dilaporkan ke aparat penegak hukum,” jelasnya.
Hingga kini, masyarakat dan pihak sekolah masih menunggu kepastian penyelesaian proyek yang dinilai sangat krusial bagi keberlangsungan pendidikan dan keselamatan siswa di SDN Sisir 01 Kota Batu.(Eno).






