Prof La Ode Husen Ungkap Rumus Kehidupan: “Nasib Ditentukan Ikhtiar dan Takdir
Makassar | Serulingmedia.com — Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) sekaligus Direktur Program Pascasarjana UMI, Prof Dr. La Ode Husen, SH., M.Hum, memaparkan analisis filosofis mengenai hubungan kausalitas antara ikhtiar manusia, takdir, dan tujuan hidup, dalam sebuah diskusi akademik di Makassar, Minggu ( 29/3/2026).
Dalam pemaparannya, Prof La Ode menegaskan bahwa tujuan utama hidup manusia adalah pengabdian kepada Sang Pencipta, namun nasib seseorang merupakan hasil dari interaksi antara usaha pribadi dan ketetapan ilahi.
“Manusia adalah penulis dari usahanya, namun Sang Pencipta adalah pemegang hak cipta atas hasilnya,” ujarnya.
Pengabdian sebagai Kompas Hidup
Prof La Ode menyebut pengabdian sebagai fondasi moral yang mengarahkan seluruh aktivitas manusia. Ia menilai bahwa pekerjaan, pendidikan, dan interaksi sosial akan memiliki nilai lebih ketika dilandasi orientasi spiritual.
Ikhtiar sebagai Variabel Kendali
Menurutnya, ikhtiar merupakan ruang penuh kendali manusia. Upaya, kerja keras, strategi, dan etika menjadi indikator yang menentukan seberapa besar manusia berkontribusi terhadap masa depannya.
“Tanpa ikhtiar, hidup berubah menjadi pasif. Ikhtiar adalah kewajiban moral yang membangun peradaban,” tegasnya.
Takdir sebagai Faktor Penentu di Luar Kendali
Ia menegaskan bahwa takdir adalah variabel yang tidak dapat diubah. Meski demikian, pemahaman tentang takdir diperlukan agar seseorang tetap rendah hati saat berhasil dan tidak putus asa ketika mengalami kegagalan.
Rumus N = T × I
Dalam penjelasan yang menarik perhatian peserta, Prof La Ode mengurai hubungan antara takdir (T), ikhtiar (I), dan nasib (N) melalui rumus matematis N = T × I.
Ia menegaskan bahwa:
Jika ikhtiar nol (I = 0), maka nasib akan nol meskipun takdir membawa peluang besar.
Jika takdir sebagai multiplier besar (T > 1), maka ikhtiar kecil pun dapat menghasilkan keberhasilan signifikan.
Ketika takdir menjadi ujian (T < 1), hasil akan tetap muncul meskipun tidak maksimal.
Pesan Moral dan Akademik
Menurut Prof La Ode, pemahaman menyeluruh tentang hubungan ketiga variabel ini penting diterapkan dalam dunia akademik dan profesional, terutama dalam menjaga integritas dan keteguhan sikap menghadapi dinamika kehidupan.
“Formula ini mengajarkan keseimbangan. Sukses tidak membuat sombong, dan kegagalan tidak membuat hancur,” tuturnya.
Dengan pendekatan filosofis dan matematis tersebut, Prof La Ode Husen menegaskan bahwa kehidupan manusia selalu berada dalam titik temu antara usaha yang sungguh-sungguh dan ketentuan Sang Pencipta, yang bersama-sama membentuk nasib seseorang.(Yah/Eno).






