Onny Ardiantoro: Kolaborasi IHSA, Promosi Digital, dan Desa Wisata Jadi Arah Baru Pariwisata Batu.

1074448_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardiantoro menegaskan transformasi kebijakan pariwisata Kota Batu diarahkan pada penguatan kolaborasi pelaku usaha, digitalisasi promosi dan data, serta pengembangan desa wisata yang dikelola murni oleh masyarakat.

Onny menjelaskan, kolaborasi dengan IHSA (Ikatan Homestay dan Villa) menjadi langkah strategis untuk pembinaan dan pengawasan vila serta homestay.

Saat ini terdapat sekitar 100 vila dan homestay yang dibina, meliputi pendampingan perizinan, penguatan manajerial, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Banyak vila yang berkembang dari kawasan perumahan dan berada di luar pengawasan. Atas arahan Wali Kota, kami berkoordinasi dengan Dinas Perizinan dan Bapenda untuk menyiapkan aturan monitoring, khususnya terkait kepatuhan pajak,” ujar Onny.

Di sisi destinasi, Onny mengakui pemerintah kota saat ini baru mengelola alun-alun sebagai aset destinasi utama.

Karena itu, Disparta sepakat menjadikan desa wisata sebagai motor penggerak baru.

Tahun ini, Disparta menawarkan kerja sama kepada 10 desa wisata yang benar-benar dimiliki dan dikelola desa, di antaranya Tulungrejo, Punten, Sidomulyo, Bumiaji, Sumbergondo, dan Pandanrejo, tanpa menutup peluang desa lain bergabung.

“Yang murni milik desa akan kami dorong. Jika lahannya desa tapi dikelola investor dengan manajemen sendiri, kami tidak masuk,” tegasnya.

Untuk memperluas pasar, Disparta menggenjot promosi digital dan menjajaki kolaborasi dengan provider penjualan tiket online dan offline.

Skema ini diharapkan memudahkan wisatawan, memperkuat promosi lintas daerah, serta membantu pencatatan data kunjungan yang lebih tertib.

Terkait data, Onny menekankan pentingnya akurasi statistik wisatawan.

Selain pencatatan manual dari DTW dan akomodasi, Disparta menggunakan analisis pergerakan digital berbasis Mobile Data Positioning (MDP) dengan dukungan operator seluler seperti Telkomsel.

“Kami memvalidasi wisatawan yang tinggal di Batu lebih dari enam jam sebagai wisatawan. Dengan ini, data bisa difilter usia, jenis kelamin, hingga asal daerah,” jelasnya.

Ia juga meluruskan data kunjungan yang sempat beredar. Rekap final baru rampung akhir Januari 2026 karena menunggu laporan DTW dan akomodasi.

Hasilnya, kunjungan 2024 tercatat 10.611.582, sedangkan 2025 mencapai 10.752.992. Angka 9,7 juta yang sempat muncul sebelumnya belum final.

Pada November 2025, tercatat 298.690 visit dan 295.753 trip dengan rasio 1,01 visit per trip. Tren bulanan menunjukkan kenaikan berkelanjutan dari September hingga November, dengan asal kunjungan didominasi kawasan Surabaya–Malang Raya.

Sementara itu, wisatawan mancanegara menunjukkan peningkatan seiring strategi promosi agresif sepanjang 2025.

Meski terdampak efisiensi anggaran—jumlah event turun dari sekitar 70 menjadi 30 kegiatan—Disparta tetap menjaga kalender acara.

Salah satunya Batu Culture Festival yang direncanakan pada Juli, berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Dewan Kesenian, guna menguatkan daya tarik budaya.

“Dengan kolaborasi IHSA, promosi digital, penguatan desa wisata, dan data yang akurat, kami optimistis pariwisata Kota Batu tumbuh berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” pungkas Onny.( Eno).