Dari Batu untuk Masa Depan: Pemkot–UIN Maliki Sepakat Cetak 1.000 Sarjana

Screenshot_2025-12-10-09-09-34-536_com.android.chrome-edit

Batu | Serulingmedia.com — Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya membangun sumber daya manusia unggul melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Program Cetak 1.000 Sarjana bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kesepakatan ini dilakukan dalam rangkaian acara Spekta GTK 2025 yang digelar di GOR Gajah Mada, Selasa (9/12/2025).

MoU tersebut diteken oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Maliki, Prof. H. Triyo Supriyatno, M.Ag, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Chori, disaksikan Walikota Batu.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi serta menciptakan generasi muda berdaya saing dari Kota Batu.

Dalam keterangannya, Prof. H. Triyo Supriyatno menyampaikan bahwa UIN Maliki menyambut program ini sebagai bagian dari pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.

Menurutnya, Program 1.000 Sarjana sejalan dengan visi UIN Maliki dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berakhlak.

“Kerja sama ini bukan sekadar menghadirkan akses kuliah, tetapi membangun peradaban melalui pendidikan. UIN Maliki siap mendampingi mahasiswa Kota Batu hingga tuntas, baik dari sisi akademik, pembinaan karakter, maupun penguatan nilai keislaman,” ujar Prof. Triyo.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan kunci penguatan pendidikan nasional, khususnya dalam menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat lokal.

Acara Spekta GTK 2025 sendiri digelar dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional serta HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Batu, pimpinan perguruan tinggi se-Malang Raya, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Batu, serta ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata penghargaan pemerintah kepada insan pendidikan dan pelajar berprestasi. Ia mengapresiasi berbagai capaian yang berhasil ditorehkan pelajar dan atlet Kota Batu sepanjang tahun ini.

“Hari ini kita memberikan apresiasi kepada kepala sekolah purna tugas, guru inovatif penerima Inotec dan HAKI, serta anak-anak kita yang meraih medali pada Paralimpiade Jawa Timur. Ini capaian yang sangat membanggakan,” ungkapnya.

Selain apresiasi, pemerintah kota juga memberikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk sekolah swasta, bantuan pendidikan bagi pelajar yatim piatu terdampak COVID-19, serta pembinaan khusus bagi siswa berprestasi.

Chori menambahkan, pada tahun 2025 terdapat sebanyak 271 calon penerima Program 1.000 Sarjana dari jalur prestasi maupun keluarga kurang mampu.

“Kami pastikan beasiswa ini berjalan sampai selesai, dari awal perkuliahan hingga lulus, dengan komitmen penuh dari Pemerintah Kota Batu,” tegasnya.

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh terputus oleh keterbatasan ekonomi.

“Saya tidak akan pernah mundur untuk membiayai anak-anak Kota Batu melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. Pendidikan adalah fondasi kemajuan Kota Batu ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Batu, Budi Prasetyo, menyambut positif sinergi antara Pemkot Batu dan perguruan tinggi.

Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap pendidikan dirasakan secara nyata, baik melalui peningkatan kesejahteraan guru, pembangunan infrastruktur, maupun perluasan kesempatan studi lanjut.

Acara juga dirangkai dengan penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program 1.000 Sarjana bersama sejumlah perguruan tinggi, yakni Politeknik Sahid, Universitas Kanjuruhan Malang, Universitas Binus, Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Ma Chung, Universitas Widya Karya, serta Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Melalui kerja sama lintas sektor ini, Pemerintah Kota Batu berharap lahir generasi sarjana yang berdaya saing, berkarakter, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah di masa depan.( Eno).