Wisuda STIMATA Malang, 97 Lulusan Ditantang Tak Sekadar Bekerja tetapi Harus Berdampak
Malang | Serulingmedia.com – STMIK PPKIA Pradnya Paramita (STIMATA) Malang mewisuda 97 mahasiswa dalam Sidang Terbuka Senat STIMATA Malang di Mahameru Hall, Aria Gajayana Hotel, Sabtu (12/9/2026).
Para wisudawan berasal dari program Diploma III Sistem Informasi dengan konsentrasi IT Multimedia dan Game Programming, serta program Sarjana Sistem Informasi dengan konsentrasi Data Analytics dan IT Governance.
Selain itu, wisudawan juga berasal dari Program Sarjana Teknologi Informasi dengan konsentrasi Internet of Things dan Cloud Computing.

Ketua Badan Pengawas Yayasan STMIK PPKIA Pradnya Paramita Malang, Dr. Karmilasari S.Kom., MM., menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada pencapaian gelar dan pekerjaan.
Menurut dia, pendidikan harus melahirkan sumber daya manusia yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat.
“Ada satu kata sederhana yang memiliki makna sangat dalam, yaitu berdampak,” ujarnya dalam sambutannya.

Karmilasari mengatakan keberhasilan tidak cukup diukur dari pekerjaan, karier, penghasilan maupun jabatan. Lulusan, kata dia, harus mampu menghadirkan manfaat melalui ilmu dan keahlian yang dimiliki.
Ia mencontohkan lulusan bidang sistem dan teknologi informasi dapat menciptakan sistem yang mempercepat pelayanan, meningkatkan efisiensi, atau membangun teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan hanya bercita-cita untuk sekadar tahu atau bekerja, tetapi berusahalah untuk memberikan dampak,” katanya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar terus meningkatkan kemampuan setelah menyelesaikan pendidikan formal.
“Jangan hanya menjadi orang yang tahu, tetapi jadilah orang yang mampu melakukan. Jangan hanya menjadi orang yang mampu melakukan, tetapi jadilah orang yang mampu menyelesaikan masalah dan memberikan solusi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua STIMATA Malang, Dr. Tubagus Mohammad Akhriza, S.Si., M.Si., mengatakan perkembangan situasi global, dinamika ekonomi, serta perubahan kebijakan pendidikan tinggi menjadi tantangan yang harus direspons perguruan tinggi dan lulusannya.
Menurut Akhriza, perubahan tersebut menuntut sumber daya manusia yang tangguh dan adaptif. Karena itu, STIMATA Malang terus melakukan penguatan kelembagaan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi berbasis teknologi digital dan kecerdasan buatan.
“Pengembangan talenta, inovasi, kontribusi bagi masyarakat, dan tetap berdampak menjadi fokus utama,” ujarnya.
Akhriza menjelaskan STIMATA Malang memasuki momentum penting setelah berakhirnya periode rencana strategis 2020–2025.
Perguruan tinggi tersebut kini mengarahkan pengembangan institusi melalui visi dan rencana strategis periode 2025–2030.
Dalam visi jangka panjang hingga 2050, STIMATA Malang menargetkan diri menjadi perguruan tinggi beradaptasi internasional dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat serta membentuk lulusan berkarakter dan berdampak bagi transformasi digital di Indonesia.

Sedangkan visi jangka menengah 2025–2030 diarahkan pada penguatan posisi dan dampak STIMATA secara regional di Malang Raya melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, dunia usaha dan industri, pemerintah, komunitas, serta media.
STIMATA juga memperkuat riset terapan yang memiliki Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) tinggi agar hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh industri.
Di bidang pengabdian masyarakat, STIMATA menjalankan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang melalui integrasi data dan pembangunan sistem informasi berbasis baseline untuk mengevaluasi Kota Layak Anak bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2).
STIMATA juga melakukan pendampingan terhadap UMKM, termasuk membantu pemasaran produk lokal.

Pada bidang transformasi digital dan kecerdasan buatan, STIMATA mengembangkan sejumlah inovasi. Salah satunya VoiceRack, sistem rekomendasi berita berbasis AI agent yang mengagregasi data berita online dan memberikan pengalaman membaca berita secara lebih personal.
STIMATA juga mengembangkan Web Estimator dengan fitur Dyslexia Flagging yang memungkinkan antarmuka web disesuaikan bagi penyandang disleksia, termasuk pengaturan bentuk dan ukuran huruf agar lebih mudah membedakan karakter.
Selain itu, STIMATA mengembangkan Generative Chatbot yang diintegrasikan pada platform STIMATA untuk mempermudah pengguna memperoleh informasi secara interaktif.
Akhriza menegaskan berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya STIMATA menjadikan transformasi digital bukan sekadar konsep, tetapi diwujudkan melalui riset, inovasi, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Wisuda 97 mahasiswa tersebut sekaligus menjadi momentum bagi STIMATA Malang untuk menegaskan arah baru pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi lulusan, tetapi juga pada kemampuan menciptakan solusi dan memberikan dampak nyata di tengah masyarakat. ( Eno).
