Hasanuddin Wahid: Alumni UIN Maliki Jangan Hanya Bangga, Buktikan Cinta dengan Karya dan Jejaring
Malang | Serulingmedia.com — Ketua Ikatan Keluarga Alumni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (KAMALIKI), Dr. H. Muhammad Hasanuddin Wahid, M.Si., menantang para alumni agar tidak berhenti pada kebanggaan terhadap almamater.
Kecintaan kepada kampus harus diwujudkan melalui kontribusi nyata, penguatan jejaring profesional, dan kolaborasi yang mampu mendorong kemajuan UIN Maliki Malang.
Pesan itu disampaikan Hasanuddin dalam Reuni Akbar dan Pelantikan IKA UIN Malang di Kampus III UIN Malang, Minggu (1/11/2026).
Ia menegaskan, rasa cinta kepada almamater harus menjadi energi utama yang menggerakkan organisasi alumni, bukan sekadar slogan dalam setiap pertemuan.
“Energi cinta kepada almamater ini harus menjadi sumber gerak, sumber kita aktif di KAMALIKI ini,” ujar Hasanuddin.
Menurut dia, organisasi alumni tidak cukup hanya memiliki kepengurusan, struktur, dan agenda reuni.
KAMALIKI harus mampu mengubah ikatan emosional menjadi kekuatan sosial dan profesional yang memberikan manfaat bagi kampus maupun sesama alumni.
Hasanuddin melihat keberagaman latar belakang profesi dan kemampuan ekonomi alumni sebagai modal besar yang belum sepenuhnya digerakkan.
Potensi itu perlu dipertemukan melalui konsep sedekah networking, yakni kesediaan alumni berbagi akses, koneksi, rekomendasi, dan peluang kerja sama.
“Kita semua punya latar belakang profesional dan sosial ekonomi yang bermacam-macam. Ini semua bisa menjadi kekuatan kalau digerakkan dengan apa yang dinamakan sedekah networking alumni,” katanya.
Gagasan tersebut menempatkan jejaring sebagai bentuk kontribusi yang tidak kalah penting dibandingkan bantuan materi.
Alumni yang memiliki akses pekerjaan dapat membantu lulusan baru. Mereka yang memiliki jaringan bisnis bisa membuka peluang kemitraan. Sementara alumni di lingkungan akademik dapat memperluas kolaborasi penelitian.
Dengan demikian, kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota atau besarnya dana yang terkumpul, tetapi juga dari kemampuan mempertemukan potensi dan menciptakan kesempatan.
Friend-Raising, Bukan Sekadar Mengumpulkan Dana
Hasanuddin juga mengingatkan bahwapenggalangan dana atau fundraising tidak boleh menjadi satu-satunya orientasi organisasi alumni.
Sebelum berbicara tentang dana, KAMALIKI harus membangun pertemanan atau friend-raising.
Menurut dia, jejaring yang luas akan membuka akses terhadap berbagai sumber daya, mulai dari pendanaan penelitian, investasi, hingga kerja sama kelembagaan.
“Fungsi KAMALIKI ini adalah friend-raising. Semakin banyak temannya, dana akan datang sendiri. Semakin banyak temannya, riset-riset akan datang sendiri. Semakin banyak temannya, investor akan datang sendiri,” tegasnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi tantangan bagi kepengurusan KAMALIKI. Organisasi alumni dituntut tidak terjebak dalam rutinitas seremonial, tetapi harus mampu membangun jaringan yang produktif dan berkelanjutan.
Sebab, jejaring tanpa aktivitas kolaboratif hanya akan menjadi daftar panjang nama dan jabatan. Sebaliknya, jejaring yang dikelola dengan baik dapat menjadi pintu masuk bagi peluang ekonomi, pengembangan ilmu pengetahuan, dan peningkatan reputasi kampus.
Alumni Harus Ikut Menentukan Masa Depan Kampus
Hasanuddin menilai kemajuan UIN Maliki Malang tidak bisa hanya dibebankan kepada rektor, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Alumni juga memiliki tanggung jawab untuk ikut membesarkan perguruan tinggi yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.
Kolaborasi kampus dan alumni, menurut dia, harus diarahkan untuk melahirkan lebih banyak tokoh nasional serta karya besar yang memberikan manfaat bagi Indonesia.
Ia pun mengapresiasi berbagai capaian dan perkembangan UIN Maliki Malang. Kampus berjuluk Kampus Ulul Albab itu dinilainya memiliki kapasitas untuk melahirkan figur-figur besar yang mampu berkiprah di berbagai bidang.
Namun, kebanggaan terhadap almamater harus disertai keyakinan dan tindakan. Alumni tidak boleh merasa rendah diri karena berasal dari UIN Malang.
“Bapak dan Ibu sekalian, banggalah menjadi alumni UIN Malang. Jangan pernah berkecil hati karena Anda lulusan UIN Malang. Yakinlah bahwa UIN Malang sanggup mencetak tokoh-tokoh besar dan hebat,” ujarnya.
Hasanuddin mengajak seluruh alumni membangun kolaborasi yang sinergis dengan kampus agar potensi besar yang dimiliki UIN Maliki Malang tidak berhenti sebagai kebanggaan institusi.
Pesan Hasanuddin menyisakan satu pekerjaan penting bagi KAMALIKI: membuktikan bahwa cinta almamater bukan hanya hidup dalam pidato reuni.
Cinta itu harus terlihat dari alumni yang saling membuka jalan, berbagi peluang, memperkuat riset, menarik investasi, dan menghadirkan karya nyata.
Sebab, almamater tidak akan menjadi besar hanya karena alumninya bangga. Almamater akan tumbuh besar ketika alumninya bersedia ikut bekerja dan berkontribusi.( Eno)
