Walikota–Wawali Kompak Masak Bareng di BSFF #8, Sajikan Kehangatan di Tengah Festival Kuliner Kota Batu

Screenshot_2025-11-20-14-58-13-625_com.android.chrome-edit

Batu | Serulingmedia.com — Ada pemandangan berbeda dalam pembukaan Batu Street Food Festival (BSFF) #8 Tahun 2025 di Balai Kota Among Tani, Kamis (20/11/2025).

Di antara denting alat masak dan aroma kuliner yang menggoda, Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto tampil mengejutkan publik dengan berduet memasak di panggung utama.

Tingkah keduanya yang kompak, penuh canda, dan menyatu dalam suasana membuat ratusan pengunjung larut dalam tawa dan tepuk tangan.

Aksi humanis ini menjadi salah satu momen paling berkesan di hari pertama festival kuliner tahunan tersebut.

Dua Pemimpin, Satu Wajan, Banyak Cerita

Mengenakan celemek serasi, Wali Kota dan Wawali terlihat seperti duet chef profesional. Keduanya saling melontarkan candaan—Heli menyebut dirinya “sous-chef dadakan”, yang langsung dibalas Wali Kota dengan senyum lebar. Masyarakat pun menyambut hangat momen keakraban tersebut.

Kehadiran mereka di dapur festival bukan sekadar hiburan, tetapi simbol harmoninya kepemimpinan di Kota Batu. Sebuah pesan bahwa pemerintah hadir tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui kedekatan dan kebersamaan.

Festival Rasa, Festival Kebersamaan

BSFF #8 tahun ini mengangkat tema “Sae Ning Mbatu: Sae Ning Roso, Mbatu Ning Ati”, menghadirkan ratusan menu kuliner premium buatan hotel dan restoran berbintang lima di Kota Batu dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, menegaskan bahwa BSFF adalah wujud nyata komitmen PHRI dalam memajukan kuliner dan pariwisata kota.

“Konsep kuliner bintang lima harga kaki lima bukan sekadar jargon, tetapi kerja kolektif seluruh anggota PHRI untuk menghadirkan sajian terbaik bagi masyarakat. Kami ingin kuliner Kota Batu bisa dirasakan semua kalangan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa antusiasme anggota PHRI dari tahun ke tahun semakin meningkat. Dukungan ini terlihat dari booth yang semakin kreatif, menu yang semakin inovatif, hingga keterlibatan chef profesional seperti Chef Una dan Chef Haesa yang menjadi magnet bagi pengunjung.

“Kami berbangga karena BSFF telah tumbuh menjadi event unggulan yang mengangkat identitas gastronomi Kota Batu. Harapan kami, festival ini dapat terus berkembang dan menjadi jembatan menuju panggung internasional,” tambahnya.

Batu Melangkah ke Panggung Dunia

Dalam festival tersebut, Wali Kota Nurochman menegaskan bahwa Kota Batu tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori Gastronomi tahun 2027 melalui International Creative Cities Festival (ICCF).

Menurutnya, sektor kuliner adalah kekuatan strategis Kota Batu.
“Kita harus mulai memperjelas identitas kuliner lokal. Apakah nasi empok dengan mendol bisa menjadi ikon resmi? Jika bisa, kita daftarkan HAKI-nya dan jadikan menu wajib hotel serta restoran,” katanya.

Langkah ini disambut baik pelaku industri kuliner yang hadir, sebagai upaya menjadikan Kota Batu bukan hanya wisata alam, tetapi juga destinasi gastronomi berkelas dunia.

Melebur dengan Rakyat

Dari seluruh rangkaian kegiatan BSFF, duet memasak Wali Kota dan Wawali menjadi bukti nyata bahwa pemimpin yang dekat dengan rakyat dapat menyatukan rasa kebersamaan. Tawa keduanya di atas panggung menjadi penanda bahwa kehangatan memimpin Kota Batu tidak hanya hadir dari meja rapat, tetapi juga dari ruang-ruang kreatif yang merangkul masyarakat.

Festival yang berlangsung hingga 22 November ini menyajikan ratusan hidangan, atraksi chef terkenal, kompetisi seni dan kuliner, hingga spot foto instagramable yang memenuhi setiap sudut lokasi.

BSFF #8 bukan sekadar festival makanan—ia adalah perayaan rasa, cerita, dan kebersamaan yang menyatukan semua lapisan masyarakat Kota Batu. ( Eno)