Walikota Batu Dorong Ekspor Hasil Pertanian ke Pasar Dunia
Batu | Serulingmedia.com – Walikota Batu Nurochman bersama Wakil Walikota Batu, Heli Suyanto, menghadiri pertemuan rutin Gapoktan Mitra Arjuna di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, yang berlangsung di kediaman Utomo, Ketua Kelompok Tani Maju Bersama, pada Senin sore (17/3/2025).

Dalam pertemuan ini, Nurochman mengungkapkan tekadnya untuk meningkatkan produktivitas pertanian Kota Batu hingga ke pasar internasional.
“Sudah ada kesepakatan dengan pihak luar negeri yang sudah datang ke Batu pada 24 Februari 2025, yang akan membawa produk pertanian kita ke pasar ekspor,” ungkap Nurochman di hadapan anggota Gapoktan.
Setidaknya delapan komoditas telah disepakati untuk diekspor, di antaranya kentang, wortel, sawi putih, alpukat, dan jambu kristal, dengan tujuan utama ke Filipina dan Amerika Serikat.
Peningkatan Standar dan Pembentukan Koperasi
Dalam upaya mendukung ekspor, Nurochman menekankan pentingnya sertifikasi produk. Salah satu langkah yang diambil adalah menjadikan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) sebagai sistem pergudangan bersertifikasi.
“PLUT akan menjadi salah satu sistem pergudangan yang memiliki sertifikasi untuk proyek ini, dan dua hari lalu kami sudah meninjau PLUT. Perlu ada sertifikasi produk yang akan diekspor,” tegasnya.
Namun, untuk memenuhi kebutuhan ekspor ini, diperlukan perusahaan. Karena Pemkot Batu belum memiliki perusahaan yang menangani ekspor, solusi yang ditawarkan adalah pembentukan koperasi.
“Karena kita belum punya perusahaan, sementara mereka (mitra luar negeri) sudah punya, maka sistemnya bisnis-to-bisnis (B2B) dengan membentuk koperasi. Jika menggunakan perusahaan daerah, prosesnya akan lebih panjang. Nantinya, produk yang akan diekspor harus memiliki sertifikasi yang sesuai,” jelasnya.
Komitmen Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Dalam program 100 hari kepemimpinannya, Nurochman dan Heli Suyanto terus menyosialisasikan visi-misi mereka, termasuk dalam memuliakan para petani Kota Batu.
“Kami berdua, dengan Mas Eli, sungguh-sungguh ingin memuliakan para petani di Kota Batu. Meskipun sementara ini komoditas yang diekspor masih terbatas, nantinya akan terus berkembang. Petani harus menjadi petani kelas atas dengan pasar yang sudah tersedia. Ketika pasar ada, pembeli ada, maka petani harus menanam sesuai dengan kebutuhan pasar,” tambahnya.
Sektor wisata di Kota Batu sebagian besar sudah dikelola oleh pihak swasta. Namun, pertanian dan industri pertanian harus berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Oleh karena itu, Pemkot Batu telah meningkatkan anggaran untuk Dinas Pertanian.
“Saya menambah anggaran Dinas Pertanian dengan jumlah yang cukup besar karena banyak hal yang harus diselesaikan,” pungkasnya.
Gapoktan Tulungrejo dan Tantangan yang Dihadapi

Dalam pertemuan tersebut, Dulkamal, PPL Desa Tulungrejo, menyampaikan bahwa Gapoktan Mitra Arjuna telah berdiri sejak 2007 dengan jumlah anggota sebanyak 26 orang.
“Gapoktan Tulungrejo merupakan gapoktan dengan jumlah anggota terbanyak di Kota Batu,” ungkapnya.
Awalnya, Gapoktan memiliki lahan pertanian seluas 500 hektar, namun kini menyusut menjadi 311 hektar. Prioritas utama mereka tetap pada budidaya apel, namun juga mulai mengembangkan tanaman kopi, alpukat, dan bunga.

Ketua Gapoktan, Lucky Budiarti, mengaku bangga atas kedatangan Walikota dan Wakil Walikota Batu dalam pertemuan rutin ini.
“Terima kasih kepada Walikota dan Wakil Walikota Batu yang telah menghadiri pertemuan Gapoktan. Ini pertama kalinya seorang Walikota dan Wakilnya hadir bersamaan dalam acara kami,” ujarnya.
Lucky juga menyampaikan kendala yang dihadapi dalam mengembangkan usaha pertanian, terutama dalam hal perizinan.
“Kami berharap Pak Walikota bisa membantu kami dalam pengurusan izin seperti BPOM, AMDAL, dan sertifikasi produk,” harapnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Heru Purwanto, Kepala Dinas Kuperindag Aris Setiawan, Camat Bumiaji Thomas Maydo dan Kades Tulungrejo Suliono.
Dengan berbagai langkah yang telah dirancang, Kota Batu diharapkan bisa menjadi sentra hortikultura yang mampu bersaing di pasar internasional.( Eno).






