Walikota Batu Buka Super Camp ke-7 Al-Izzah, Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Cinta Lingkungan Santri

IMG-20250505-WA0075

Batu | Serulingmedia.com – Walikota Batu, Nurochman, didampingi Wakil Walikota Heli Suyanto, secara resmi membuka kegiatan Super Camp ke-7 di Lapangan Al-Izzah Putra, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, pada Senin (5/5/2025).

Pembukaan ditandai dengan pembelahan buah kelapa hijau —sebuah simbol yang sarat makna dalam tradisi dan filosofi kebangsaan Indonesia dan pelepasan peserta Gowes santri.

Pemotongan kelapa hijau bukan sekadar seremoni tanpa makna. Dalam budaya Nusantara, kelapa hijau melambangkan kesucian, kekuatan, dan keseimbangan alam. Airnya yang jernih menjadi perlambang ketulusan hati, sementara kulitnya yang keras mencerminkan ketangguhan jiwa.

Dengan memilih kelapa hijau sebagai simbol pembuka, penyelenggara menegaskan pentingnya integritas, kekuatan mental, dan kesadaran lingkungan sebagai fondasi pendidikan santri masa kini.

Dalam sambutannya, Walikota Nurochman menyampaikan bahwa Super Camp merupakan kegiatan luar ruang yang sangat penting dalam pembentukan karakter santri.

“Tidak hanya belajar agama dan akademik di dalam kelas, tetapi juga belajar kemandirian, kepemimpinan, kerjasama tim, serta cinta terhadap alam dan lingkungan melalui aktivitas seperti gowes, hiking, dan pelatihan kedisiplinan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang dijunjung tinggi di Kota Batu, sebagai kota yang religius, edukatif, dan berwawasan lingkungan.

Kegiatan gowes yang diikuti 100 santri ini turut mendukung semangat MBATU SAE, yakni gerakan hidup sehat, ramah lingkungan, dan pengurangan emisi karbon.

“Sepeda bukan hanya alat transportasi, tetapi simbol perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” lanjut Nurochman.

“Saya yakin santri Al-Izzah tidak hanya kuat dalam akhlak dan ilmu, tetapi juga sehat secara jasmani dan mental. Inilah cerminan generasi emas Kota Batu — generasi yang cerdas, sehat, tangguh, dan berintegritas,” ujarnya menutup sambutan.

Sementara itu, pembina Gugus Depan Al-Izzah sekaligus penanggung jawab kegiatan, Utep Syahrur Karim, menjelaskan bahwa Super Camp tahun ini diikuti 900 peserta yang terdiri dari 700 santri putra dan 200 pembina.

“Tahun ini agak berbeda karena ada tambahan kegiatan Gowes dan PinBall. Kompetisi juga digelar antar ambalan, dengan melibatkan pasukan khusus tingkat Penggalang dan Penegak,” jelas Utep.

Disebutkan, Supercamp Al-Izzah Putra tidak hanya mengajarkan baris-berbaris atau tali-temali, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, dan gotong royong melalui kegiatan luar ruang seperti gowes, hiking, dan simulasi organisasi.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Mei 2025, dengan tema “Synergy with Nature, Strength Within”. Kegiatan diisi dengan aktivitas dari pagi hingga malam hari.

Kegiatan ini melatih santri untuk tanggap terhadap tantangan, berani mengambil keputusan, dan belajar hidup mandiri di tengah alam. Lebih dari itu, mereka juga belajar menjaga lingkungan dan membangun empati sosial.

Pembukaan dengan kelapa hijau seolah menjadi pengingat, bahwa pendidikan sejati adalah yang membentuk manusia utuh—jasmani, rohani, dan moral.

Dalam semangat “Born to be a Leader” yang diusung Supercamp, para santri dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan akhlak.

Melalui Supercamp ini, Pramuka Al-Izzah Putra membuktikan bahwa pendidikan karakter bukan teori semata. Ia hidup dalam aktivitas, tumbuh dalam pengalaman, dan berbuah dalam tindakan nyata.

Seperti kelapa yang tumbuh tegak di tepi pantai—kokoh diterpa angin, namun tetap memberi manfaat—demikianlah santri Al-Izzah dididik: menjadi pribadi yang kuat, adaptif, dan penuh manfaat bagi masyarakat.( Eno).