UIN Maliki Malang Dorong Pola Asuh Anak Ramah di Era Digital lewat Sosialisasi di Ketawanggede

944264_11zon

Malang | Serulingmedia.com — UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang terus memperkuat perannya dalam mendukung pengasuhan anak yang ramah dan berorientasi pada kebutuhan tumbuh kembang anak di era digital.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pola Asuh Anak bertema “Menemukan Gaya Pengasuhan Terbaik untuk Si Kecil” yang digelar di Aula Kertosari, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Rabu (28/1/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) Kelurahan Ketawanggede dengan KKM PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Sosialisasi bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya guru dan wali murid PAUD, terkait pentingnya penerapan pola asuh anak yang tepat, aman, dan bebas kekerasan di tengah tantangan pengasuhan modern.

Sosialisasi diikuti oleh Tim Penggerak PKK Kelurahan Ketawanggede, para guru PAUD, wali murid PAUD, serta masyarakat setempat. Keterlibatan UIN Maliki Malang melalui PSGA memberikan penguatan berbasis akademik dan keilmuan dalam upaya meningkatkan kualitas pengasuhan keluarga.

Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Lowokwaru, Ida Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi pola asuh anak sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Kegiatan ini sangat dibutuhkan, terutama bagi para orang tua, karena tantangan pengasuhan anak di era digital semakin kompleks. Edukasi seperti ini membantu orang tua agar tidak salah dalam menerapkan pola asuh,” ujarnya.

Sosialisasi menghadirkan Ketua PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan masih banyak ditemukan kesalahan pola asuh di masyarakat, mulai dari minimnya interaksi emosional antara orang tua dan anak hingga kasus kekerasan yang berakar dari pengasuhan yang tidak tepat.

“Saat ini masih banyak anak yang diasuh oleh gadget sejak usia dini, sehingga kedekatan emosional dengan orang tua berkurang. Selain itu, orang tua sering kali lebih mendengarkan pendapat orang lain dibanding memahami kebutuhan anaknya sendiri,” jelasnya.

Hj. Aprilia Mega Rosdiana menekankan bahwa setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda.

Oleh karena itu, pola asuh harus disesuaikan dengan kondisi anak agar dapat mendukung perkembangan karakter, kesehatan mental, serta kemampuan sosialnya secara optimal.

Ia juga menegaskan bahwa pengasuhan yang baik bukan sekadar mengawasi, tetapi mendampingi anak dengan penuh kasih sayang dan kesadaran.

Lingkungan keluarga yang aman dan suportif menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang sehat secara fisik dan psikologis.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan KKM PSGA UIN Maliki Malang, Sheila Kusuma Wardani Amnesti, M.H.

Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dan dosen UIN Maliki Malang dalam kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan sosialisasi ini menjadi wadah edukasi yang sangat penting bagi orang tua. Pola asuh yang baik tidak hanya mencegah kekerasan terhadap anak, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak,” ungkapnya.

Melalui sinergi Puspaga Kelurahan Ketawanggede dan KKM PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola asuh positif, ramah anak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Upaya ini sekaligus menegaskan peran UIN Maliki Malang sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam membangun keluarga berkualitas dan generasi penerus bangsa yang unggul. ( Eno)