Sebanyak 83 Mahasiswa UIN Malang Dilepas untuk Laksanakan KKM di Berbagai Wilayah, Termasuk Jepang
Malang | Serulingmedia.com – Sebanyak 83 mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi dilepas untuk mengikuti Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) periode liburan semester genap tahun 2025. Kegiatan pelepasan yang berlangsung pada Rabu (25/6/2025) di depan Gedung Rektorat UIN Malang ini juga menandai dimulainya program KKM lintas wilayah, termasuk di dalam dan luar negeri.

Menariknya, sebanyak 23 mahasiswa dari UIN Mataram turut bergabung dalam program ini, menjadikan KKM tahun ini sebagai ajang kolaborasi antar-perguruan tinggi. Hadir dalam kegiatan pelepasan, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, Dr. H. Isroqunnajah, memberikan arahan dan meresmikan keberangkatan mahasiswa.
“KKM adalah proses nyata untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Di sana, kalian akan belajar tentang karakter dan kehidupan sosial secara langsung. Ini bekal penting setelah lulus nanti,” ujar Dr. Isroqunnajah yang akrab disapa Gus Is.
Lebih lanjut, Gus Is menyebut bahwa KKM bukan hanya soal pengabdian, tetapi juga pertaruhan keilmuan. “Segala ilmu yang didapat di kampus harus mampu diaplikasikan di masyarakat. Dengan begitu, KKM tidak sekadar pemenuhan SKS, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran yang utuh,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. H. Syaiful Mustofa, MA., M.Pd., menjelaskan bahwa program KKM kali ini terbagi dalam beberapa kategori. Mulai dari KKM Reguler yang dilaksanakan di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan — sebuah wilayah yang dikenal sebagai Kampung Moderasi Beragama — hingga KKM Kolaborasi Nusantara di Kulon Progo, Yogyakarta, dan KKM Kolaborasi Internasional di Nagasaki, Jepang.
Kategori lain yang juga dijalankan adalah KKM Mandiri Integrasi yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Malang, serta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam bentuk Asistensi Mengajar di sejumlah sekolah di Jawa Timur.
“Setiap peserta KKM wajib melaksanakan dua program utama, yakni Proker Keagamaan dan Proker Kemasyarakatan. Proker Keagamaan berpusat di masjid atau majelis taklim, sedangkan Proker Kemasyarakatan dijalankan di balai desa sesuai bidang keilmuan masing-masing,” terang Syaiful.

Kegiatan pelepasan ini juga dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian UIN Mataram, Dr. Emawati, M.Ag., yang mengantar langsung 23 mahasiswanya. Ia berharap mahasiswa dapat menjalin kerja sama dan berbaur dengan peserta KKM lainnya serta masyarakat sekitar. “Jagalah akhlak dan komitmen yang telah ditanamkan di kampus. Interaksi yang baik di masyarakat adalah cerminan integritas mahasiswa,” pesannya.
Ketua LP2M UIN Malang, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., juga turut mendampingi rombongan mahasiswa menuju lokasi KKM Reguler, bersama para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan mendampingi para peserta selama 40 hari pengabdian. (Eno)






