UIN Malang Wujudkan Desa Mandiri Lewat Pendampingan Koperasi Lestari Wonosantri

KOPERASI SINGOSARI.jpeg3

Malang | Serulingmedia.com – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa kembali terbukti. Melalui program UIN Mengabdi Qaryah Thayyibah 2025, tim dosen Fakultas Ekonomi turun langsung ke Dusun Wonosantri, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, untuk melakukan pendampingan manajerial terhadap Koperasi Lestari Wonosantri selama tiga bulan, sejak Agustus hingga Oktober 2025.

Program ini menjadi salah satu implementasi nyata tridarma perguruan tinggi dalam pengabdian masyarakat. Fokus utamanya adalah memperkuat kelembagaan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam, profesionalisme, serta tata kelola koperasi yang transparan dan berkelanjutan.

Ketua tim pengabdian, Sri Andriani, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa pendampingan ini bertujuan menciptakan koperasi yang mandiri dan modern.

“Kami ingin Koperasi Lestari Wonosantri menjadi lembaga ekonomi yang kuat dan akuntabel. Dengan pelatihan dan pendampingan ini, anggota belajar menerapkan prinsip Good Cooperative Governance agar koperasi tumbuh sehat dan berdaya saing,” ujarnya.

Sebanyak 40 peserta, terdiri dari pengurus koperasi, anggota Kelompok Tani Hutan (KTH), dan tokoh masyarakat, mengikuti berbagai pelatihan intensif. Mereka mendapat materi seputar jati diri koperasi, prinsip keanggotaan, manajemen organisasi, hingga pelatihan digitalisasi laporan keuangan menggunakan aplikasi SI APIK yang dikembangkan Bank Indonesia.

Langkah digitalisasi ini menjadi terobosan baru bagi Koperasi Lestari Wonosantri. Dengan sistem berbasis SAK EMKM, koperasi kini mampu mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan secara efisien, rapi, dan sesuai standar nasional.

Kegiatan yang juga menghadirkan narasumber Fatkhul Ulum, S.Pd.I., M.Pd. dan M. Ali Machrus, S.Pd.I., M.Pd. ini semakin menumbuhkan semangat pengurus dan anggota koperasi untuk berbenah. Mereka tidak hanya memahami teknis administrasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kebersamaan dalam mengelola lembaga ekonomi berbasis umat.

Sebagai hasil akhir, tim UIN Malang menyerahkan 16 buku panduan koperasi kepada pengurus pada 25 Oktober 2025. Buku tersebut berisi format pembukuan, rekap keuangan, serta contoh laporan tahunan yang dapat digunakan sebagai acuan pengelolaan koperasi secara profesional.

Kepala Koperasi Lestari Wonosantri, Abdul Wahab, mengaku sangat terbantu dengan pendampingan ini.

“Selama ini kami mencatat secara manual. Setelah pendampingan dari UIN Malang, kami jadi paham cara membuat laporan keuangan yang tertib dan bisa dipertanggungjawabkan. Ini langkah maju bagi koperasi kami,” ungkapnya.

Program UIN Mengabdi Qaryah Thayyibah merupakan wujud dari konsep desa yang baik, mandiri, dan berkeadaban, yang memadukan aspek spiritual, sosial, dan ekonomi. Pendekatan ini menegaskan bahwa pembangunan desa bukan hanya soal peningkatan pendapatan, tetapi juga tentang membangun karakter dan kemandirian masyarakat.

Dengan sistem pengelolaan yang semakin tertib dan digital, Koperasi Lestari Wonosantri kini bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berdaya saing. Semangat kemandirian, profesionalisme, dan nilai-nilai keislaman menjadi fondasi kuat bagi lahirnya desa yang benar-benar thayyibah—baik, produktif, dan berkeadaban.( Eno )