UIN Malang Cetak Zona Kuliner KHAS di Kota Batu, Koperasi Halal Jadi Fondasi Ekonomi Kreatif Syariah
Batu | Serulingmedia.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui program UIN Mengabdi Qoryah Thayyibah, tim pengabdian dari Fakultas Ekonomi melaksanakan pendampingan pembentukan koperasi produksi berbasis komunitas di Zona Kuliner Pasar Among Tani, Kota Batu, Jawa Timur.
Program yang berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2025 ini menjadi wujud nyata sinergi antara dosen, mahasiswa, dan pemerintah dalam mewujudkan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS). Kegiatan tersebut melibatkan komunitas Kuliner SAE RAOS SANTOSA, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag), serta UPT Pasar Among Tani.

Ketua Tim Pengabdian, Sugeng Ali Mansur, S.S., M.Pd, menjelaskan bahwa pembentukan koperasi bukan sekadar wadah ekonomi, tetapi juga upaya membangun kesadaran kolektif para pedagang untuk berdaya saing dan berorientasi pada keberkahan.
“Kami tidak hanya membentuk koperasi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif di antara pedagang untuk mengelola usaha secara profesional, transparan, dan berdaya saing. Koperasi ini diharapkan menjadi wadah ekonomi bersama yang berorientasi pada keberkahan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Pendampingan dilakukan secara partisipatif melalui enam tahapan utama: pemetaan awal, sosialisasi koperasi, pelatihan manajerial dan digitalisasi keuangan, pendampingan legalitas dan sertifikasi halal, pembentukan koperasi, serta monitoring dan evaluasi. Sebanyak 43 pedagang kuliner aktif mengikuti kegiatan di lantai tiga Pasar Among Tani.
Dalam sesi pelatihan, Dian Rusdianto, S.E., memberikan pelatihan mendalam terkait manajemen koperasi. Ia menjelaskan prinsip-prinsip dasar koperasi yang sehat, sistem administrasi dan keuangan yang transparan, serta strategi pengelolaan anggota agar koperasi dapat berjalan mandiri dan berkelanjutan.

“Koperasi yang kuat tidak hanya lahir dari modal, tetapi dari kepercayaan dan partisipasi anggotanya. Oleh karena itu, setiap pedagang harus memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap koperasi,” terang Dian Rusdianto dalam paparannya.
Sementara itu, Sri Andriani, S.E., M.Si., memberikan pelatihan mendalam terkait tata kelola usaha halal. Ia menekankan pentingnya sertifikasi halal sebagai nilai tambah bagi pelaku usaha kuliner sekaligus sebagai wujud kepatuhan terhadap prinsip syariah. Dalam pelatihannya, Sri Andriani menguraikan langkah-langkah praktis pengurusan sertifikasi halal, standar kebersihan, serta strategi pemasaran produk halal yang kompetitif.

“Bisnis kuliner halal bukan hanya soal label, tetapi juga integritas dalam menjaga kualitas, kebersihan, dan kejujuran dalam setiap proses produksi,” ujar Sri Andriani.
Mahasiswa Halalpreneur Fakultas Ekonomi UIN Malang turut berperan aktif dalam membantu para pedagang mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal melalui BPJPH, serta menjadi pendamping administratif di lapangan.
Puncak kegiatan berlangsung pada 25 Oktober 2025, ditandai dengan penyerahan hasil produk pendampingan kepada komunitas SAE RAOS SANTOSA, meliputi 16 buku administrasi koperasi, template laporan keuangan digital, serta dokumen sertifikasi halal. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh tim pengabdian kepada ketua komunitas sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan koperasi yang telah dibentuk.

Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi manajerial, kesadaran legalitas usaha, dan kemampuan digitalisasi keuangan di kalangan pedagang. Lebih dari itu, kegiatan ini menumbuhkan solidaritas ekonomi dan semangat gotong royong di antara para pelaku usaha mikro kuliner di Pasar Among Tani.( Eno)






