Tak Hanya Juara Matematika, Gavrila Juga Memimpin 31 Polisi Cilik di HUT Bhayangkara ke-80

1653503_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Di balik kemeriahan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolres Batu, Rabu (1/7/2026), ada satu sosok kecil yang mencuri perhatian.

 

Berdiri tegap di atas mimbar komando, Gavrila Hersa Maheswari mengangkat tangan, lalu dengan suara mantap memberikan aba-aba kepada 31 anggota Polisi Cilik (Pocil) Polres Batu.

Tak ada keraguan di wajah siswi SDN Tlekung 2 Kota Batu itu. Satu per satu formasi 12 gerakan pengaturan lalu lintas diperagakan dengan kompak, berpadu sentuhan budaya khas Kota Batu yang memukau para tamu undangan.

 

Sulit membayangkan, di balik ketegasan saat memimpin pasukan, Gavrila hanyalah seorang anak yang sehari-hari duduk di bangku sekolah dasar.

 

Namun, enam bulan latihan bersama Polres Batu telah menempa keberanian dan kedisiplinannya hingga mampu menjadi komandan Polisi Cilik.

Usai penampilan, senyum lega tak lepas dari wajahnya.

“Saya bangga sekali bisa tampil di hadapan Bapak Kapolres. Ini pengalaman yang sulit dilupakan,” ucapnya kepada Serulingmedia.com.

Bagi Gavrila, menjadi komandan Pocil bukan sekadar menghafal aba-aba. Ia belajar memimpin, mengendalikan rasa gugup, dan bertanggung jawab terhadap seluruh anggota yang dipimpinnya.

Prestasi Tak Lahir dari Kebetulan

Di sekolah, nama Gavrila juga dikenal sebagai siswa berprestasi. Pada 2025, ia berhasil meraih Juara I Olimpiade Sains Matematika tingkat Jawa Timur.

Berbagai penghargaan di bidang Matematika dan Bahasa Inggris juga telah dikoleksinya sejak beberapa tahun terakhir.

Prestasi akademik itulah yang mengantarkannya diterima di SMP Negeri 1 Kota Batu melalui jalur prestasi pada 2026.

Menariknya, kesibukan mengikuti latihan Polisi Cilik tidak membuat prestasi belajarnya menurun. Sebaliknya, disiplin yang diperoleh dari latihan justru menjadi bekal untuk mengatur waktu antara belajar dan berlatih.

Dukungan Orang Tua Menjadi Pondasi

Di antara para penonton, Risa Errlina tak kuasa menyembunyikan rasa harunya melihat putri ketiganya berdiri sebagai komandan Polisi Cilik.

Baginya, penampilan Gavrila bukan sekadar kebanggaan keluarga, melainkan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan tekun.

“Bangga sekali. Ini pertama kalinya dia tampil memimpin di Polres. Semua berkat pembinaan dari Polres Batu,” katanya.

Menurut Risa, latihan Pocil selalu dilakukan di luar jam sekolah sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar.

“Tidak menyita waktu belajar. Justru kegiatan ini membuat anak semakin disiplin, lebih mandiri, dan lebih bertanggung jawab,” ujarnya.

Belajar Menjadi Pemimpin Sejak Dini

Program Polisi Cilik selama ini dikenal sebagai wadah pembinaan karakter bagi anak-anak usia sekolah dasar.

 

Melalui latihan baris-berbaris, pengaturan lalu lintas, hingga pembentukan mental dan kepemimpinan, anak-anak diajarkan arti disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab.

Nilai-nilai itulah yang kini tumbuh dalam diri Gavrila.

Ia membuktikan bahwa prestasi akademik tidak harus menghalangi anak untuk aktif dalam kegiatan pembentukan karakter.

Sebaliknya, kecerdasan intelektual akan semakin bermakna ketika diiringi dengan disiplin, keberanian, dan kepedulian terhadap lingkungan.

 

Di usia yang masih sangat muda, Gavrila telah mengajarkan satu hal sederhana namun penting: mimpi besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Di atas mimbar komando pada peringatan

Hari Bhayangkara ke-80, ia memang memimpin 31 anggota Polisi Cilik. Namun sesungguhnya, yang sedang ia pimpin adalah masa depannya sendiri—dengan disiplin sebagai kompas dan prestasi sebagai jalannya. ( Eno).