Tadabbur Jadi Senjata Akademik, Mahasiswa Magister Psikologi UIN Malang Didorong Integrasikan Wahyu dan Sains Secara Ilmiah
Malang | Serulingmedia.com — Program Studi Magister Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar coaching clinic bertajuk TADABBUR (Telaah Ayat dan Dalil Berbasis Bukti untuk Riset), Selasa (5/5/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti mahasiswa yang telah menyelesaikan ujian proposal tesis.
Coaching clinic ini dirancang sebagai ruang pendampingan akademik yang fokus dan aplikatif, dengan tujuan utama membantu mahasiswa menyusun integrasi keislaman dalam tesis secara sistematis, berbasis bukti ilmiah, serta tetap selaras dengan kaidah metodologi penelitian psikologi.
Dalam kegiatan tersebut ditegaskan bahwa integrasi keilmuan dan keislaman tidak cukup berhenti pada sekadar pencantuman ayat atau hadis.
Integrasi harus dibangun melalui analisis logis, relevan dengan variabel penelitian, dan diperkuat oleh literatur ilmiah yang kredibel. Pendekatan normatif yang dangkal pun dihindari.
Pemateri, Ermita Zakiyah dari Laboratorium Integrasi dan Moderasi, menekankan tiga prinsip utama dalam integrasi keislaman, yakni validitas konseptual, keterkaitan empiris, dan kedalaman tafsir.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjelaskan hubungan antara ayat, teori psikologi, dan fenomena yang diteliti secara utuh.
“Integrasi keislaman bukan sekadar tambahan kosmetik dalam tesis. Ini adalah upaya epistemologis. Mahasiswa perlu membangun jembatan yang jelas antara wahyu dan temuan ilmiah,” tegasnya.
Materi yang disampaikan mencakup strategi menemukan ayat dan dalil yang relevan dengan konstruk psikologis, teknik tafsir tematik sederhana namun akademis, hingga cara mengaitkan dalil dengan hasil penelitian tanpa memaksakan makna.
Selain itu, peserta juga diingatkan tentang kesalahan umum seperti overclaim, cherry picking dalil, serta penggunaan referensi yang tidak kredibel.
Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta mengungkapkan kendala seperti keterbatasan referensi tafsir yang sesuai, kesulitan menghubungkan variabel penelitian dengan dalil, hingga kekhawatiran terhadap subjektivitas interpretasi.
Ermita menegaskan bahwa pendekatan berbasis bukti tetap menjadi fondasi utama dalam riset.
“Ayat dan dalil harus memperkaya analisis, bukan menggantikan proses ilmiah. Di sinilah pentingnya TADABBUR sebagai metode yang terarah dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tesis mahasiswa, khususnya dalam aspek integrasi keislaman yang kerap menjadi titik lemah.
Dengan pendampingan terstruktur, mahasiswa diharapkan menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga memiliki kedalaman nilai dan perspektif keislaman yang autentik.(Eno).






