Studi Kaji Tiru Desa Pacalan: Menggali Inspirasi dari Desa Bulukerto

Screenshot_20241222-183325_Gallery

 

Batu | Serulingmedia.com – Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, melaksanakan kunjungan kaji tiru ke Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Minggu pagi (22/12/2024).

Kegiatan ini dihadiri oleh 20 personel yang terdiri dari aparat pemerintahan desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pengelola wisata dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kepala Desa Pacalan, Agus Suharto, ST., MT., menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah mempelajari keberhasilan Desa Bulukerto dalam mengembangkan potensi wisata berbasis sumber daya alam.

“Kebetulan posisi Desa Pacalan hampir sama dengan Desa Bulukerto, yaitu berada di kawasan pegunungan. Sepulang dari sini, kami akan mencoba mengembangkan hal serupa di desa kami dengan menyesuaikan pada kondisi keuangan yang ada,” ujar Agus dengan antusias.

Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, Si.Kom., menyambut baik kunjungan ini dan menjelaskan bahwa desanya tengah fokus mengembangkan destinasi wisata berbasis edukasi.

Dalam setahun terakhir, Desa Bulukerto telah mengembangkan berbagai program wisata seperti edukasi budaya dan religi di Punden Desa, edukasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta wisata petik bunga mawar dan jeruk.

Desa Bulukerto, yang terletak di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menjadi salah satu destinasi wisata berbasis alam yang terus berkembang. Desa ini berhasil memadukan kekayaan sumber daya alam dengan nilai-nilai budaya lokal, menciptakan daya tarik wisata yang unik dan berkesan.

” Kami memanfaatkan potensi alam yang ada dengan melibatkan BUMDes dan masyarakat agar kesejahteraan dapat dirasakan bersama,” ungkap Suhermawan, yang akrab disapa Mawan.

Mawan menjelaskan, potensi Desa Bulukerto, salah satu aset utama Desa Bulukerto adalah pemanfaatan kawasan hutan di lereng Gunung Arjuno yang digunakan untuk budidaya kopi dan pelestarian sumber mata air legendaris, Umbul Gemulo.

Umbul Gemulo bukan sekadar sumber mata air biasa. Bagi masyarakat, mata air ini memiliki nilai spiritual yang tinggi. Legenda setempat menyebutkan bahwa Umbul Gemulo adalah tempat pemandian Raja Anusapati dari Kerajaan Singosari.

Kepercayaan ini menjadikan sumber mata air ini sebagai tempat yang diyakini membawa berkah, mulai dari panjang umur hingga peningkatan kewibawaan.

Kunjungan ke Umbul Gemulo biasanya memuncak pada hari-hari tertentu seperti Jumat Legi, Jumat Kliwon, dan Satu Suro. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati kesegaran airnya, tetapi juga untuk merasakan kedamaian spiritual yang konon menyertai tempat ini.

Desa Bulukerto juga menawarkan pengalaman wisata adventure yang memacu adrenalin. Dengan 20 unit ATV, wisatawan dapat menjelajahi keindahan desa melalui rute-rute yang dirancang khusus. Selain itu, tersedia wisata Jeep yang membawa pengunjung menuju dua lokasi menarik: Gunung Pucung dan Jengkoang.

Gunung Pucung memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi pecinta flora dan fauna. Kawasan ini menjadi habitat Elang Jawa, burung langka yang hanya tersisa beberapa ekor di habitat aslinya.

Pengunjung dapat menyaksikan langsung keindahan burung besar ini, yang sering disebut menyerupai burung Garuda, di tengah keheningan alam pegunungan. Wisata ini menjadi pengalaman tak terlupakan, terutama bagi mereka yang mencintai keanekaragaman hayati.

Selain wisata, Desa Bulukerto memanfaatkan kawasan hutan untuk budidaya kopi. Aktivitas ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian lingkungan. Penanaman kopi membantu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memanfaatkan tanah pegunungan yang subur.

Keberhasilan Desa Bulukerto dalam mengembangkan wisata alam dan budaya tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian alam sekaligus menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.

Desa Bulukerto adalah contoh nyata bagaimana kekayaan alam dapat diintegrasikan dengan budaya lokal untuk menciptakan potensi ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan atraksi wisata yang memikat, mulai dari petualangan alam hingga pengalaman spiritual, Desa Bulukerto semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan pegunungan.

Kunjungan ini diharapkan memberikan inspirasi bagi Desa Pacalan untuk mengembangkan potensi wisatanya. Agus Suharto menegaskan bahwa upaya serupa akan diadaptasi sesuai dengan kondisi geografis dan sumber daya yang dimiliki.

Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan BUMDes menjadi kunci utama untuk menciptakan perubahan yang berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan warga.

Dengan potensi yang ada, Desa Pacalan optimis dapat memanfaatkan hasil kaji tiru ini untuk menciptakan destinasi wisata yang menarik dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD). Semoga upaya ini membawa keberhasilan bagi kedua desa yang berkomitmen memanfaatkan kekayaan alam untuk kesejahteraan masyarakat.( Eno )