Menggali Komitmen dan Dedikasi: Langkah H. Didik Subianto dalam Meninggalkan Kursi DPRD
Batu | Serulingmedia.com – Sehari jelang pelantikan anggota DPRD Kota Batu masa bhakti 2024-2029, muncul kabar yang mengejutkan namun penuh makna: H. Didik Subianto, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kaji Bianto, memutuskan untuk meninggalkan kursi anggota dewan,
Padahal posisi ini telah ditempatinya selama tiga periode.
Langkah ini bukanlah keputusan yang diambil secara sembarangan, melainkan merupakan cerminan dari komitmen dan dedikasinya terhadap masyarakat dan partai yang diwakilinya.
Kaji Bianto adalah nama yang tidak asing bagi warga Kota Batu, terutama bagi mereka yang tinggal di Kelurahan Sisir, Kelurahan Temas, dan Desa Oro-oro Ombo.
Sosoknya dikenal luas karena dedikasinya sebagai wakil rakyat, di mana ia telah mengabdi sejak periode 2014-2019, 2019-2024, dan kini akan dilantik kembali pada 30 Agustus 2024 untuk masa kerja 2024-2029.
Selama masa jabatannya, Kaji Bianto dikenal sebagai politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sangat peduli terhadap masyarakat, khususnya mereka yang kurang beruntung.
Dikenal sebagai petani jeruk dan apel sukses serta pengusaha perdagangan buah, Kaji Bianto telah menunjukkan kepedulian dan keberpihakan pada petani dan masyarakat sekitar.
Sifat suka berbagi ini telah membawanya meraih dukungan yang kuat dalam setiap kontestasi politik, menunjukkan betapa besar apresiasi masyarakat terhadap kinerjanya.
Dalam sebuah deklarasi di GOR Gajahmada Batu pada 28 Agustus 2024, Kaji Bianto mengungkapkan niatnya untuk meninggalkan kursi anggota DPRD dan maju sebagai calon Ketua DPRD Kota Batu.
” Bismillah, mohon doa restunya saya akan maju menjadi calon Ketua DPRD Batu 2024-2029 dan meninggalkan kursi sebagai anggota dewan ” ungkapnya merendah, Selasa ( 28/8/2024 ).
Langkah ini diambil dengan keyakinan bahwa sebagai ketua dewan, ia akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk mengabdi kepada masyarakat dan memajukan kesejahteraan warga Batu secara lebih luas.
Kaji Bianto menegaskan keputusan ini merupakan bagian dari ibadah dan upaya untuk meningkatkan kemakmuran umat. Ia percaya, dengan menjabat sebagai Ketua DPRD, ia akan dapat lebih efektif dalam membantu kebahagiaan dan kesejahteraan warga, terutama dalam hal perhatian terhadap petani.
Sebagai seorang petani yang memahami langsung tantangan yang dihadapi oleh komunitasnya, Kaji Bianto berkomitmen untuk menyuarakan program pro-rakyat dan mempengaruhi kebijakan yang mendukung sektor pertanian.
“Karena saya berangkat dari petani, tentu saya tahu apa yang menjadi keluhan para petani selama ini, mulai dari kelangkaan dan mahalnya pupuk hingga jebloknya harga hasil pertanian saat panen raya.” Lanjutnya.
Komitmen ini mencerminkan niat tulusnya untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi petani dan untuk memastikan bahwa suara mereka terdengar di tingkat legislatif.
Langkah H. Didik Subianto ini tidak hanya menunjukkan dedikasinya terhadap partai dan masyarakat, tetapi juga membuktikan bahwa kepemimpinan yang efektif memerlukan lebih dari sekadar posisi; ia memerlukan komitmen untuk perubahan dan kesejahteraan rakyat.
Dengan niat untuk mengambil peran yang lebih besar dalam pengambilan keputusan politik, Kaji Bianto berharap dapat membawa perubahan yang signifikan bagi Kota Batu, terutama dalam memberikan dukungan kepada petani yang merupakan mayoritas penduduk kota Batu yang tinggal di pedesaan.
Keputusan Kaji Bianto untuk meninggalkan kursi DPRD demi posisi Ketua DPRD adalah sebuah langkah strategis yang menunjukkan integritas dan dedikasinya untuk memajukan Kota Batu.
Dengan keinginan yang kuat untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, terutama petani, diharapkan bahwa kepemimpinannya di masa depan akan membawa dampak positif yang besar bagi kesejahteraan rakyat Kota Batu.( Eno ).






