Sastra Menjadi Pelukan di Ujung Tahun, Nala Festival 2025 Gaungkan Empati dari Kota Batu

822484_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Menutup lembaran tahun 2025 dengan penuh makna, organisasi penulis SATUPENA Jawa Timur bersama Komunitas Puisi Esai Jawa Timur (KPJ) menghadirkan perhelatan budaya dan kemanusiaan bertajuk “Nala Festival 2025”.

Bertempat di Nala Eco Point, Jalan Dewi Sartika, Kota Batu, Rabu malam (31/12/2025), acara ini menjelma menjadi ruang perjumpaan antara sastra, budaya, dan kepedulian sosial.

Mengusung semangat kebersamaan, Nala Festival memadukan peringatan HUT ke-79 Armada RI, Hari Nusantara, dan Hari Puisi Esai ke-3 dalam satu panggung konser amal. Dari kota pegunungan yang sejuk, suara empati dilantunkan untuk saudara-saudara sebangsa di Sumatera yang tengah berjuang bangkit dari bencana alam.

Acara ini lahir sebagai respons nurani atas duka yang menyelimuti tanah air. Sejalan dengan gerak 16 kapal perang (KRI) TNI AL yang berjibaku menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak, para sastrawan Jawa Timur memilih jalannya sendiri: mengetuk hati melalui kata, nada, dan makna, sembari menggalang donasi kemanusiaan.

Refleksi Maritim dari Ketinggian Batu
Meski digelar jauh dari laut, Nala Festival tetap meneguhkan jati diri Indonesia sebagai bangsa pelaut. Semangat ini merujuk pada penegasan Panglima Komando Armada RI, Laksamana Madya Denih Hendrata, yang menahbiskan Surabaya sebagai Kota Angkatan Laut, kota yang sejarahnya berkelindan erat dengan perjalanan TNI AL.

“Sastra harus menjadi jembatan empati. Melalui puisi esai dan mocopat, kita mengetuk pintu nurani untuk saudara-saudara kita di Sumatera yang sedang berjuang pulih,” tutur Ki Akaha Taufan Aminudin, Ketua Umum SATUPENA Jawa Timur, yang tampil membacakan puisi esai utama malam itu.

Kolaborasi Maestro dan Kearifan Lokal
Nala Festival 2025 menghadirkan kolaborasi lintas generasi dan tradisi. Sejumlah tokoh literasi Jawa Timur turut menghidupkan panggung, di antaranya Ki Akaha Taufan Aminudin dan Ki Yani Andoko dengan pembacaan puisi esai, Ki Sutopo yang melantunkan tembang mocopat sebagai simbol kearifan lokal, serta Ki Syamsu Soeid yang memadukan puisi esai dan mocopat dalam sajian kolaboratif yang menyentuh.

Didukung Ladon Entertainment dan Nala Eco Point, acara ini terbuka untuk umum. Seluruh donasi yang terkumpul disalurkan sepenuhnya melalui jalur resmi guna mendukung proses pemulihan pascabencana di Sumatera.

Melalui Nala Festival 2025, Kota Batu kembali menegaskan dirinya bukan hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga ruang tumbuh sastra dan budaya yang mampu menjadi motor penggerak solidaritas nasional. Di ujung tahun, kata-kata berubah menjadi pelukan, dan sastra menjelma doa bersama. ( Eno).