Puluhan Bibit Pohon Ditanam Demi Kelestarian Sumber Samin dan Rebun

Screenshot_2025-09-05-18-55-41-495_com.android.chrome-edit

Batu | Serulingmedia.com – Warga RT 56 RW 07 Dusun Sabrang Bendo, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu melaksanakan penanaman pohon di Sumber Samin dan Rebun, Jumat (5/9/2025)

Di Dusun Sabrang Bendo, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, warga memiliki tradisi luhur yang terus dipelihara sejak tahun 1990: selamatan sumber air yang diiringi penanaman pohon.

Tradisi ini bukan sekadar ritual adat, melainkan wujud nyata kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sumber kehidupan dari kerusakan dan kelestariannya untuk generasi mendatang.

Dalam kegiatan tersebut, warga menanam sebanyak 80 bibit pohon, antara lain ringin sulur, ringin walik, elo lanang, dan elo wadon.

Tokoh masyarakat dan pemerhati budaya Rubiyan, mengatakan tujuan pelaksanaan penanaman pohon adalah untuk melestarikan sumber mata air.

“Dengan penanaman pohon kami berharap kondisi sumber mata air tetap memancar demi anak cucu,” ujar Rubiyan.

Tradisi selamatan yang diiringi penanaman pohon ini diikuti berbagai pihak, antara lain PSHT Yudi dan Mamad , LSM Alap-Alap Gaib Sampurno dan Sujoko, LMDH Pesanggrahan Sopeet yang memberi bantuan bibit, perwakilan Kecamatan Bumiaji, LSM Indonesia Hijau Lestari (IHL) Sunarko Mayat, Ketua HIPPA Wito Saude, Ketua HIPPAM Pangat, Ketua BPD Desa Giripurno Heru, tokoh masyarakat, pemerhati budaya Rubiyan serta Ketua RT 56 Heri.

Penanaman pohon tersebut dipandang sebagai langkah penting agar mata air tetap memancar deras, memberi manfaat bagi manusia, pertanian, dan lingkungan.

Rubiyan berharap langkah penanamam pohon sebagai tindakan preventif penyelamatan sumber mata air, semoga dapat diikuti semua warga Baru dan Pemerintah Daerah.

“Dengan penanaman pohon kami berharap dapat diikuti aparat dan Pemerintah daerah, dengan pembangunan jalan menuju sumber ” lanjut Rubiyan, tokoh masyarakat yang aktif menggerakkan warga.

Disebutkan, setiap pohon yang ditanam adalah simbol harapan, bahwa sumber mata air akan tetap menjadi penopang kehidupan.

Tradisi ini juga memberi pesan kepada generasi muda agar mencintai dan merawat alam, sebab keberlangsungan hidup tidak lepas dari ketersediaan air yang bersih dan berlimpah.

Dengan begitu, Sabrang Bendo mengajarkan bahwa pelestarian alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aktivis lingkungan, melainkan kewajiban bersama yang berakar dari kearifan lokal.

Air yang terus mengalir dari sumber adalah berkah, dan selamatan yang dirangkai dengan penanaman pohon adalah cara terbaik untuk menjaga berkah itu tetap hidup.( Eno)