Polres Batu Periksa 46 Saksi, Misteri Tewasnya Dosen Doktoral di Sungai Clumprit Belum Terkuak

1545728_11zon

Batu | Serulingamedia.com – Penyebab kematian K, 26 tahun, mahasiswa program doktoral sekaligus dosen yang ditemukan tewas membusuk di aliran Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, masih menjadi teka-teki.

Hingga kini, penyidik Polres Batu belum dapat memastikan apakah korban meninggal akibat kecelakaan tunggal atau menjadi korban tindak pidana.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Batu AKP Zaenal Arifin SH mengatakan penyidik telah memeriksa 46 orang saksi untuk mengungkap peristiwa yang menimpa warga Kelurahan Sisir tersebut.

Namun, belum ada satu pun saksi yang melihat langsung detik-detik kejadian.

“Yang menjadi atensi kita semua, termasuk dari kami sebagai penyelidik, ada 46 saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan. Namun, untuk saat ini masih belum bisa menerangkan secara terang peristiwa itu,” kata Zaenal saat silaturahmi bersama media didampingi Kasi Humas Iptu Hudson dan Kasi Pidum di Kafe Sae Polres Batu, Selasa,( 9 /6/ 2026).

Menurut dia, penyidik terus mempelajari seluruh berkas perkara, berita acara pemeriksaan (BAP), hasil pemeriksaan barang bukti, serta petunjuk lain yang dapat dirangkai untuk menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.

“Langkah ke depan yang akan kami lakukan adalah mencari saksi-saksi yang berkualitas, saksi yang mengetahui peristiwa atau paling tidak bisa menggambarkan kejadian tersebut,” ujarnya.

Selain mengumpulkan keterangan saksi, polisi juga masih berupaya menemukan sejumlah barang milik korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Hilangnya barang-barang tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan.
Sebelumnya, tim gabungan Polres Batu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk mencari petunjuk tambahan.

Dari upaya itu, polisi menemukan sepeda motor Honda Beat milik korban yang diduga terseret arus hingga ke dasar sungai.

“Ada barang bukti milik korban yang masih belum kami temukan. Ini juga masih kami usahakan secara maksimal,” kata Zaenal.

Upaya penyelidikan juga menemui kendala karena minimnya petunjuk langsung.

Analisis rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi belum memberikan hasil signifikan karena jangkauan kamera tidak mencakup area tempat kejadian perkara.

Zaenal mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur untuk meminta asistensi dalam penanganan kasus tersebut.

“Setiap kegiatan dan tindakan yang sudah kami lakukan akan selalu kami evaluasi. Secara teknis memang tidak semua dapat kami sampaikan kepada publik,” ujarnya.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada 20 November 2025.

Sejak awal, keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam peristiwa itu dan menduga adanya unsur pidana di balik kematian korban.

Hingga lebih dari enam bulan penyelidikan berjalan, misteri kematian dosen muda tersebut masih belum menemukan titik terang.( Eno)