Peringatan Hari Jadi RRI ke-79: Meneguhkan Budaya dan Semangat Kebangsaan di Kota Malang

WhatsApp Image 2024-09-11 at 16.02.46

Malang I Serulingmedia.com – RRI Malang memperingati Hari Jadi RRI ke-79, pada 11 September 2024,  dengan sebuah acara istimewa yang berbeda dari perayaan sebelumnya. Acara ini diadakan bertepatan dengan Hari Radio Nasional dan digelar dengan tema “Inspirasi Ke-Indonesiaan,” yang tidak hanya mencerminkan peran RRI sebagai media penyebar informasi, tetapi juga sebagai penjaga dan pengembang budaya bangsa. Berlokasi di aula RRI Malang, Jalan Candi Panggung 58, Rabu ( 11/9/2024 ). Acara tersebut menghadirkan pertunjukan budaya lokal yang membangkitkan semangat kebangsaan, sekaligus memperlihatkan keberagaman budaya Malang sebagai kota budaya.

 

Salah satu sorotan utama peringatan ini adalah pertunjukan wayang kulit dengan konsep “Pakeliran Padat,” yang hanya berdurasi 30 menit. Dalang Ki Bagas Reza dari Pakis, Malang, membawakan lakon Gatotkaca Lahir, sebuah cerita yang sarat dengan makna kepahlawanan dan pengorbanan. Meskipun durasinya singkat, Pakeliran Padat ini tidak menyimpang dari pakem pewayangan tradisional, melainkan lebih fokus pada inti cerita. Menurut Sri Utama, seorang pensiunan RRI yang juga pegiat budaya, inovasi ini menunjukkan bahwa seni pewayangan dapat berkembang sesuai zaman tanpa kehilangan esensinya.

Inovasi Pakeliran Padat juga mendapatkan apresiasi dari Siswanto Galuh Aji alias Cak Pentol, seorang penyiar Pro 4 RRI Malang yang juga dikenal sebagai seniman. Ia menilai bahwa pertunjukan wayang yang lebih ringkas ini memberikan alternatif bagi para penonton yang tidak memiliki waktu luang untuk menikmati pertunjukan semalam suntuk. Selain itu, ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal seni wayang kulit dalam waktu yang lebih singkat.

“ itu pengembangan sebagai kreasi dan inovasi baru, pewayangan. Sekarang orang pingin lihat wayang tidak harus sampai semalam suntuk, ada juga cukup 20 menit. Terutama bagi wisatawan yang ingin menimkati kesenian wayang kulit, sehingga mereka tidak harus menunggu lama dan digelarnya pada malam hari. RRI Malang mencoba memulai pertunjukan pakeliran padat dalam acara resmi di aula dan ini pertama kalinya. Sukses “ ungkap Cak Pentol panggilan udaranya Siswanto.

Acara ini juga diperkaya dengan berbagai elemen budaya lainnya, mulai dari penerima tamu yang mengenakan pakaian adat, hingga penampilan tembang Jawa dengan konsep live karaoke. Semua ini menunjukkan komitmen RRI Malang dalam mengeksplorasi dan mempromosikan kekayaan budaya daerah sebagai bagian dari identitas nasional.

Dalam sambutannya, Kepala RRI Malang, Tri Ummi Setyawati, menekankan pentingnya tema “Inspirasi Ke-Indonesiaan” yang diusung dalam peringatan kali ini. Menurutnya, di tengah persaingan media yang semakin ketat, RRI tetap berusaha untuk menjadi media yang relevan dan bermakna bagi masyarakat.

“RRI ingin terus relevan, menjadi media yang memiliki arti penting di saat masyarakat memiliki banyak pilihan informasi dan hiburan,” ungkap Ummi. Pernyataan ini menggarisbawahi peran strategis RRI dalam menjaga semangat kebangsaan dan budaya, sambil tetap mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan audiens modern.

Puncak perayaan Hari Radio Nasional ditandai dengan penyulutan Obor Tri Prasetya, sebuah prosesi sakral yang diikuti oleh para angkasawan RRI, baik yang masih aktif maupun yang sudah purna tugas. Suasana khidmat yang diiringi lagu Syukur dan nyala api obor yang menerangi aula gelap membawa kesan mendalam, memunculkan nostalgia dan rasa haru di antara hadirin. Tradisi ini menjadi simbol semangat perjuangan angkasawan RRI yang selalu siap mengemban tugas untuk menginspirasi dan membawa pesan-pesan kedamaian melalui udara.

Prestasi juga menjadi bagian dari perayaan ini. Kepala RRI Malang, Tri Ummi Setyawati, dengan bangga menyampaikan bahwa RRI Malang berhasil meraih tiga penghargaan penting: Swara Kencana, supremasi tertinggi dalam penyiaran Hari Radio, di bidang siaran Podcast, serta pencapaian presenter Esty yang masuk dalam empat besar ABU Prized. Tidak ketinggalan, RRI Malang juga dinyatakan lolos sebagai wilayah zona integritas, menambah deretan prestasi yang mengharumkan nama lembaga ini.

“ Mohon doa restunya semoga presenter kita bisa juara pertama dan meraih Abu Award yang akan berlangsung di Negera China “ pungkas Kepala Rri Malang.

Dalam suasana perayaan yang meriah, RRI Malang tidak hanya merayakan usia ke-79, tetapi juga menegaskan peran pentingnya sebagai inspirasi kebangsaan, penjaga budaya, dan pelopor inovasi di era digital. Dengan mengusung semangat kebersamaan dan kekayaan budaya, RRI Malang terus berupaya untuk relevan di tengah masyarakat modern, sembari tetap memegang teguh identitas sebagai media publik yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan.

Peringatan ini tidak hanya menjadi refleksi sejarah panjang RRI, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen dalam menghadapi tantangan masa depan, sambil tetap setia pada semangat kebangsaan dan budaya yang menjadi fondasi berdirinya RRI. ( Eno ).