Penyerahan 250 Sertifikat PTSL Tahap Pertama, Warga Kelurahan Nganglik Bergembira
Batu I Serulingmedia.com – Sebanyak 250 warga Kelurahan Nganglik, Kecamatan Kota Batu, tampak bahagia saat menerima sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu. Penyerahan berlangsung di Balai Kelurahan Sisir pada Selasa pagi (19/11/2024) hingga siang hari. Warga secara bergilir dipanggil untuk menerima sertifikat yang telah lama mereka nantikan.
Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dijalankan Badan Pertanahan Nasional (BPN) menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya mereka yang telah lama menantikan kejelasan status kepemilikan tanah. Hal ini tampak dari antusiasme warga Kelurahan Nganglik, Kecamatan Kota Batu, yang baru-baru ini menerima sertifikat PTSL tahap pertama.

“Senang rasanya, akhirnya kami bisa memegang dan mendapatkan sertifikat tanah yang sangat kami nantikan. Dengan sertifikat ini, secara sah kami sudah memilikinya seutuhnya setelah proses yang panjang. Terima kasih BPN dan Pak Lurah Nganglik,” ungkap Sismiayati, salah satu warga penerima sertifikat.
Lurah Nganglik, Rendra Ardinata, mengungkapkan rasa bangganya melihat kebahagiaan warganya. Ia menyebut, penyerahan sertifikat ini merupakan tahap pertama dari total 600 bidang tanah yang terdaftar dalam program PTSL untuk Kelurahan Nganglik.
Disebutkan, Penyerahan sertifikat ini tidak hanya menjadi bukti sah kepemilikan tanah, tetapi juga simbol keberhasilan pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang efektif. Warga kini memiliki landasan hukum yang kuat atas aset mereka, sekaligus peluang untuk memanfaatkannya secara produktif, seperti dijadikan agunan untuk modal usaha.
“Kami sangat berterima kasih kepada BPN Kota Batu yang telah menyerahkan tahap pertama sertifikat ini. Semoga sertifikat ini mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, karena bisa digunakan sebagai jaminan di bank untuk modal usaha,” ujar Rendra.

Agus Setiawan, Kepala Seksi Survey dan Pemetaan BPN Kota Batu, menjelaskan bahwa sertifikat yang diserahkan saat ini masih berbentuk analog. Sisanya , 350 sertfikat, BPN akan meluncurkan sertifikat digital yang lebih praktis dan aman.
Diungkapkan,keberhasilan program ini tidak lepas dari tanggung jawab masyarakat dalam menjaga sertifikat yang dimiliki. Edukasi tentang pentingnya melindungi dokumen ini dari penyalahgunaan menjadi tantangan tersendiri, mengingat banyaknya kasus penipuan yang melibatkan sertifikat tanah. Oleh karena itu, upaya BPN mulai beralih ke sertifikat digital.
Selain itu, program ini harus terus dipantau agar proses tahap berikutnya berjalan lancar dan tepat sasaran. Dengan demikian, seluruh warga yang terdaftar dapat segera menikmati manfaatnya.
“Harapan kami, warga yang sudah menerima sertifikat ini harus berhati-hati. Jangan mudah meminjamkan sertifikat kepada orang lain, karena berisiko pada kasus penipuan. Sertifikat ini akan lebih bermanfaat jika digunakan sebagai agunan untuk usaha,” tutur Agus.
PTSL bukan hanya soal kepemilikan tanah, tetapi juga tentang membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat. Sertifikat tanah yang dimiliki setiap keluarga adalah simbol harapan untuk masa depan yang lebih cerah. Sebagai dokumen bernilai ekonomi, sertifikat ini dapat menjadi pijakan awal dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik.( Eno )
.






