Pengembangan Kawasan Terpadu Desa Sidomulyo Batu untuk Mendukung Program Ketahanan Pangan

Screenshot_20240611-162705_Gallery

 

Batu | serulingmedia.com – Desa Sidomulyo Kecamatan Kota Batu sedang melakukan inovasi besar-besaran dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pengembangan kawasan terpadu di Dusun Tindimoyo.

Kawasan ini meliputi pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R), peternakan sapi perah, peternakan kambing etawa, dan kolam ikan, yang semuanya direncanakan untuk memanfaatkan lahan seluas lebih dari 1000 meter persegi.

 

Kepala Desa Sidomulyo, Suharto, menjelaskan pembangunan hanggar untuk TPS3R telah selesai, dan saat ini hanya menunggu penyelesaian pengadaan incinerator yang masih dalam proses. Selain itu, pembangunan kandang sapi perah juga sedang berlangsung. Kolam ikan dan kandang kambing etawa akan menyusul setelah itu.

” saat ini kami selesai membangun hanggar untuk TPS3R tinggal melengkapi pengadaan Incineratornya saja yang masih proses dan pembangunan kandang sapi perah. Untuk kolam ikan dan kandang kambing etawa menyusul ” ungkap Suharto didampingi kasi Kesra Eko Dwi, di kantor desa, Selasa( 11/6/2024 ).

Pembangunan TPS3R tersebut didanai dengan anggaran senilai Rp4.238.767 dan Rp96 juta untuk operasional listrik dan air. Anggaran ini berasal dari tambahan dana 2% dari Pemerintah Kota Batu.

Sementara itu, pembangunan kandang sapi perah didanai dari sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) Dana Desa (DD) senilai Rp180 juta. Rencananya, peternakan sapi perah akan mengembangkan 10 ekor sapi.

Hasil produksi susu dari sapi perah akan diberikan secara gratis kepada anak-anak yang menderita stunting, sedangkan sisanya akan dijual ke masyarakat umum.

Selain itu, pupuk yang dihasilkan dari TPS3R akan digunakan untuk menanam rumput yang menjadi pakan ternak sapi dan kambing, sementara magot yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah organik akan digunakan sebagai pakan ikan.

” Dengan demikian, setiap bagian dari kawasan terpadu ini saling berhubungan dan memberikan keuntungan yang berkelanjutan ” lanjut Suharto.

Selain mendukung program ketahanan pangan, kawasan terpadu ini juga direncanakan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi.

Wisatawan akan diajak untuk melihat langsung sistem pengolahan sampah, kolam ikan, proses pemerahan susu, dan pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk.

Desa Sidomulyo tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal tetapi juga memperkaya potensinya sebagai tujuan wisata.

Pengembangan kawasan terpadu ini menunjukkan komitmen Desa Sidomulyo dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Program ini tidak hanya berfokus pada produksi pangan tetapi juga pada edukasi dan pelestarian lingkungan, menciptakan model yang bisa diikuti oleh desa-desa lain di Indonesia.( Eno )