UIN Maliki Malang Terjunkan Mahasiswa ke Desa, KKM 2026 Fokus Berdayakan Potensi Lokal dan Bangun Ekonomi Warga

1690725_11zon

Malang | Serulingmedia.com –Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berpihak pada pemberdayaan masyarakat.

 

Melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Gelombang II Tahun 2026, ratusan mahasiswa resmi diterjunkan ke berbagai desa di Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi bagi masyarakat.

 

Prosesi pelepasan berlangsung di halaman Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis, dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), dosen pembimbing lapangan, serta seluruh peserta KKM.

Ketua LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Isroqunnajah, M.Ag., menegaskan bahwa keberhasilan KKM tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan sejauh mana mahasiswa mampu membangun kemitraan yang harmonis dengan masyarakat.

 

“Masyarakat adalah mitra pengabdian yang harus dihormati. Mahasiswa harus hadir sebagai pendamping yang mau belajar bersama masyarakat, bukan merasa paling mengetahui. Jaga etika, hormati budaya setempat, bangun komunikasi yang baik, dan selesaikan seluruh rangkaian KKM dengan penuh tanggung jawab. Kehadiran mahasiswa harus mampu meninggalkan kesan positif sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, mewakili Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., menekankan bahwa KKM merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus ruang belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai moral, dan kepedulian sosial untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Mahasiswa harus mengedepankan sikap rendah hati, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa.Dengan begitu, KKM menjadi pengalaman belajar yang bermakna sekaligus mampu memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

 

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. M. Maghfur, M.A., menjelaskan bahwa KKM Gelombang II Tahun 2026 mengusung tema “Berdampak, Bergerak untuk Negeri.”

 

Tema tersebut menjadi refleksi semangat mahasiswa untuk tidak sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal, mengelola aset desa, hingga melahirkan inovasi yang memberi manfaat jangka panjang.

“Mahasiswa diharapkan mampu menjadi penggerak pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan, pengembangan potensi lokal, dan pengelolaan aset desa sehingga hasil pengabdian tetap dirasakan meskipun KKM telah berakhir,” jelasnya.

Komitmen tersebut telah diwujudkan dalam berbagai program yang disiapkan mahasiswa. Salah satunya kelompok KKM di Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang yang dipimpin Yunifa Azizah, mahasiswa Program Studi Kimia.

 

Bersama delapan rekannya, Yunifa merancang pelatihan ecoprint bagi masyarakat serta program pengembangan kebun jeruk sebagai potensi unggulan desa.

 

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Melalui KKM Gelombang II Tahun 2026, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan yang menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.

 

Pengabdian mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program kerja semata, tetapi melahirkan kolaborasi berkelanjutan yang memperkuat kemandirian desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan dampak nyata bagi pembangunan daerah.( Eno).