Naufal Mahasiswa UIN Maliki Juara 3 Lomba Puitisasi Hadis Nasional

Screenshot_2025-12-01-12-33-29-452_com.miui.gallery-edit

Malang | Serulingmedia.com — Naufal, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, berhasil meraih Juara 3 Lomba Puitisasi Hadis Tingkat Nasional dalam rangkaian Akhbarana Fest 2025.

Capaian ini semakin mengukuhkan prestasinya sebagai mahasiswa berbakat di bidang public speaking dan seni sastra Islami.

Mahasiswa semester 5 Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syari’ah itu dikenal sebagai pribadi percaya diri dengan kemampuan retorika yang kuat.

Sejak awal kuliah, Naufal telah menunjukkan ketertarikan pada dunia dakwah, komunikasi persuasif, dan seni berbicara.

“Bagi saya, berbicara bukan sekadar menyampaikan kata, tapi menggerakkan hati dan menanamkan makna,” ungkapnya, Senin ( 1/12/2025).

Di luar aktivitas akademik, Naufal aktif sebagai Musyrif di Ma’had Sunan Ampel Al Aly (MSAA) UIN Malang. Peran ini membuatnya dekat dengan kegiatan pembinaan mahasantri, sekaligus mengasah kepemimpinan dan kemampuan komunikasinya.

Tahun 2025 semakin istimewa baginya karena ia juga dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Fakultas Syari’ah.

Keikutsertaannya dalam lomba berawal dari keinginan untuk mengembangkan kemampuan public speaking dan menggali seni sastra Islami melalui puitisasi hadis.

Menurutnya, kompetisi ini menjadi media pembuktian diri serta bentuk kontribusi nyata untuk membawa nama baik kampus dan ma’had.

Naufal menyebut tantangan terbesar dalam lomba adalah memadukan makna hadis dengan diksi puitis tanpa mengurangi keaslian pesannya.

Selain itu, padatnya jadwal kuliah dan aktivitas ma’had membuatnya harus mengatur waktu dengan sangat disiplin.

“Saya melakukan riset mendalam terhadap hadis yang dipuitisasi serta berlatih intonasi dan ekspresi. Bimbingan dosen dan dukungan teman-teman menjadi energi besar untuk tetap fokus,” tuturnya.

Prestasi Naufal menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Syari’ah dan lingkungan MSAA. Keberhasilannya di tingkat nasional diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri di berbagai bidang, khususnya seni dakwah dan literasi keislaman.( Eno).