40 Prestasi dalam 8 Bulan, Fakultas Syariah UIN Malang Pacu Mahasiswa Tembus Panggung Internasional
Malang | Serulingmedia.com – Bukan sekadar duduk di ruang kuliah, mencatat materi, mengerjakan tugas lalu menunggu wisuda
Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang didorong untuk menjadikan masa kuliah sebagai arena membangun prestasi, pengalaman dan jejaring.
Hasilnya mulai terlihat. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Fakultas Syariah mencatat 40 prestasi mahasiswa, terdiri atas lima prestasi internasional, 33 nasional dan dua lokal.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator geliat bidang kemahasiswaan Fakultas Syariah dalam mendorong mahasiswa berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga melalui organisasi, kompetisi, jejaring serta berbagai aktivitas pengembangan diri.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., menegaskan bahwa mahasiswa harus berani keluar dari rutinitas perkuliahan.
“Jangan hanya menjadi mahasiswa.” ungkapnya, di kantornya, Rabu( 2/9/2026).
Pesan tersebut menjadi dorongan agar mahasiswa aktif mengambil kesempatan yang tersedia selama berada di kampus.
Menurut Miftah, pengalaman yang dibangun sejak bangku kuliah akan menjadi modal penting ketika mahasiswa memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.
Lima Prestasi Menembus Level Internasional
Dari 40 prestasi tersebut, lima di antaranya berhasil diraih mahasiswa pada level internasional.
Mida Nur Rahma menjadi Grand Finalist Top 6 Besar Asia World Muslim Summit (AWMS) 2026.
Sementara Moh. Muhibbul Aman berhasil meraih Top 1 Best Speaker Debat Bahasa Arab dalam International Conference Santri Mendunia (ICSM) Batch 6 Tahun 2026 di Malaysia.
Prestasi lainnya datang dari Arifah Mutawaffika, yang diterima melanjutkan studi S2 di London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris, pada program MSc Criminology and Criminal Justice Policy.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa mahasiswa Fakultas Syariah memiliki kesempatan untuk membawa kompetensi yang diperoleh di kampus ke ruang kompetisi dan pendidikan tingkat global.
Kampus Bukan Sekadar Ruang Kuliah
Miftah menilai kampus harus menjadi ruang tumbuh mahasiswa.
Karena itu, mahasiswa didorong aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, organisasi, kompetisi hingga membangun jejaring kerja sama. Tetapi kuliah harus tetap menjadi prioritas, sementara organisasi dan berbagai kegiatan lainnya menjadi ruang untuk memperkaya pengalaman dan membentuk karakter. Pesan Miftah
Bidang kemahasiswaan diarahkan menjadi ruang untuk menumbuhkan potensi dan prestasi. Sementara bidang kerja sama membuka berbagai peluang melalui magang, seminar, pelatihan, beasiswa hingga peluang kerja. ”Fakultas syariah juga sudah kerjasama dengan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya.” ujarnya
Dengan pola tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya membawa pulang ijazah ketika lulus, tetapi juga membawa pengalaman, kemampuan, jaringan dan karakter.
Alumni Jadi Mata Rantai Kesuksesan
Penguatan jejaring alumni juga menjadi perhatian Fakultas Syariah.
Alumni tidak diposisikan sekadar sebagai lulusan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem yang dapat membuka koneksi dan peluang bagi mahasiswa maupun institusi.
Salah satu alumni yang disebut memiliki kiprah adalah Gus Ahmad Syamton, M.H.I., yang tercatat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang.
Jejaring alumni tersebut diharapkan terus berkembang sehingga hubungan antara mahasiswa, alumni, dan institusi tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan studinya.
“Kami memiliki jaringan alumni yang bernama Ikatan Alumni Fakultas Syariah (IKAFASYA). Beberapa minggu yang lalu, IKAFASYA mengadakan kegiatan pelatihan bimbingan teknis (Bimtes) bagi calon hakim yang dibimbing langsung oleh para hakim senior dari Pengadilan Tinggi Agama (PTA),” ujarnya.
“Jangan Buang Mimpimu”
Miftah juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menyerah pada keadaan. “Jangan buang mimpimu hanya karena keadaan saat ini. Jika hari ini terasa sulit, jangan mundur. Justru dititik itulah kisah terbaik dalam hidupmu sedang dimulai”.”lanjutnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi membutuhkan keberanian untuk bermimpi sekaligus kesediaan menjalani proses.
Sebab, di balik 40 prestasi mahasiswa Fakultas Syariah, terdapat kerja keras, keberanian berkompetisi, pengalaman organisasi, dukungan lingkungan akademik dan kesempatan yang dimanfaatkan.
40 prestasi dalam delapan bulan akhirnya bukan sekadar angka. Ia menjadi pesan bahwa mahasiswa yang aktif akan memiliki lebih banyak ruang untuk tumbuh.
Dari ruang kelas menuju panggung kompetisi. Dari organisasi menuju jejaring. Dari kampus menuju dunia profesional.
Semangat itu dirangkum dalam empat arah: kuliah berkualitas, mahasiswa berprestasi, alumni terkoneksi, dan kerja sama berdampak. ( Eno).






