Musikalisasi Puisi SMA Katholik Yos Sudarso Menyemarakkan Haul Gus Dur

Screenshot_2025-01-14-11-51-10-211_com.mi.globalbrowser-edit

 

Batu | Serulingmedia.com – Kota Batu menjadi saksi keindahan harmoni budaya dan keberagaman pada peringatan Haul Gus Dur ke-15 yang diselenggarakan di Klenteng Kwan Im Tong, Jalan Gajah Mada No. 53, Batu.

Acara yang diprakarsai oleh Komunitas Gusdurian Batu ini bukan hanya sekadar mengenang tokoh besar bangsa, tetapi juga meneladani laku hidup Gus Dur, seorang Guru Bangsa yang dikenal atas nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan toleransi.

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah penampilan musikalisasi puisi dari SMA Katholik Yos Sudarso.

Di bawah bimbingan guru seni, Yosua Ludwieg Alexander, lima pelajar kelas 10 tampil memukau dengan membawakan puisi berjudul “Gus Kami Haturkan Rindu.”.

Yumiko Alfredda Viskha Sinartha, Natalia, Tiar, Yulen, dan Wina menunjukkan dedikasi mereka melalui ekspresi yang mendalam dan energi yang mengalir dari setiap bait puisi.

Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan. Lebih dari itu, ia menjadi simbol persatuan yang mengingatkan kita akan pentingnya menjaga harmoni di tengah perbedaan.

Musikalisasi puisi tersebut menyuarakan rasa rindu dan penghormatan kepada Gus Dur, yang telah meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah Indonesia sebagai tokoh pluralisme dan demokrasi.

Peringatan Haul Gus Dur ke-15 ini juga menggambarkan bagaimana pesan-pesan beliau tetap relevan hingga hari ini.

Nilai-nilai yang diperjuangkan Gus Dur menginspirasi generasi muda untuk terus memperjuangkan keberagaman, toleransi, dan keadilan sosial.

Acara yang berlangsung di tempat ibadah umat Konghucu ini sekaligus menunjukkan semangat inklusivitas yang diwariskan Gus Dur, di mana perbedaan agama, suku, dan budaya tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam kebajikan.

Keikutsertaan siswa SMA Katholik Yos Sudarso mempertegas pesan bahwa semangat Gus Dur terus hidup melalui karya-karya generasi penerus bangsa.

Melalui momen ini, Gusdurian Batu telah berhasil menghidupkan kembali semangat Gus Dur di Kota Batu.

Sebuah harapan tumbuh bahwa generasi muda akan terus melanjutkan perjuangan beliau, menjadikan Indonesia rumah bagi semua golongan, penuh dengan damai dan kasih sayang.( Eno).