MTs Hasyim Ashari Kota Batu Gelar Aksi Anti-Bullying: Bentuk Sikap Tolak Perundungan

Screenshot_20240603-140910_WhatsApp

 

Batu | serulingmedia.com – MTs Hasyim Ashari Kota Batu mengadakan aksi penolakan terhadap tindakan bullying, Senin (3/6/2024).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan guru usai melaksanakan upacara bendera.

Kepala Madrasah MTs Hasyim Ashari, Kostradi, menyatakan harapannya aksi ini dapat menanamkan nilai-nilai anti-perundungan dalam diri siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

” Kegiatan tersebut bukan hanya sebuah acara seremonial, tetapi sebuah langkah konkret untuk membangun kesadaran dan sikap aktif dalam menolak perundungan ” ungkap Kostradi.

Disebutkan, Perundungan atau bullying adalah masalah serius yang dapat berdampak negatif pada perkembangan mental dan emosional siswa. Dampaknya bisa berkepanjangan, mencakup gangguan kecemasan, depresi, bahkan trauma psikologis.

Aksi penolakan bullying yang dilakukan oleh MTs Hasyim Ashari ini sangat penting karena menciptakan kesadaran kolektif tentang bahaya perundungan.

Ini adalah langkah pertama menuju perubahan sikap dan perilaku dalam komunitas sekolah. Ketika siswa dan guru bersatu dalam menolak perundungan, mereka menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi semua orang.

Kepala Madrasah, Kostradi, berharap aksi ini menjadi “virus positif” yang dapat menyebar luas dan menghilangkan perlakuan perundungan di kalangan siswa.

” Semoga apa yg kita lakukan ini menjadi virus positif, untuk menghilangkan perlakuan perundungan bagi anak ” tandas Kostradi.

Sekolah memainkan peran vital dalam pendidikan karakter. Melalui kegiatan seperti aksi penolakan bullying, siswa diajarkan nilai-nilai seperti empati, rasa hormat, dan tanggung jawab sosial.

Pendidikan karakter ini adalah bagian integral dari pengembangan siswa yang tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan moral dan etika.

Aksi penolakan bullying seperti yang dilakukan di MTs Hasyim Ashari diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang. Siswa yang terlibat dalam kegiatan ini akan membawa nilai-nilai anti-perundungan ke dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mereka akan menjadi individu yang lebih sadar akan pentingnya menghormati orang lain dan menciptakan lingkungan yang positif.

Selain itu, aksi ini juga dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal serupa. Dengan menyebarnya “virus positif” ini, diharapkan akan tercipta jaringan sekolah-sekolah yang mendukung dan mempromosikan anti-bullying, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih luas lagi dalam upaya menghilangkan perundungan di kalangan siswa. ( Eno ).