Menteri ATR Nusron Wahid Gedor Kesadaran Warga: Wajib Pasang Patok Tanah atau Siap Konflik!

Screenshot_2025-08-07-20-47-56-627_com.android.chrome-edit

Purworejo | Serulingmedia.com – Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) resmi mencanangkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) 2025, Kamis (7/8/2025), yang digelar serentak di 23 kabupaten/kota dari delapan provinsi.

Pusat pelaksanaan GEMAPATAS digelar di Lapangan Bola Desa Candingasinan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dipimpin langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid.

“Semua yang sudah punya sertipikat, semuanya wajib pasang patok! Diharapkan supaya tidak dicaplok oleh orang lain tanahnya,” tegas Menteri Nusron dengan lantang di hadapan masyarakat dan pejabat daerah.

Menteri Nusron menjelaskan, pemasangan patok batas tanah merupakan langkah preventif untuk menghindari dua jenis konflik pertanahan yang paling sering terjadi, yakni konflik yuridis dan fisik.

Konflik yuridis umumnya terjadi karena sengketa dokumen ganda seperti letter C, sementara konflik fisik muncul karena batas lahan yang kabur akibat hanya mengandalkan tanda alamiah seperti pohon atau batu.

“GEMAPATAS ini gerakan nasional untuk mengurangi konflik pertanahan yang terus berulang,” tandasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan pihaknya akan mendorong bupati dan wali kota se-Jawa Tengah untuk menindaklanjuti gerakan ini dengan serius. “Kami targetkan seluruh desa segera pasang patok secara merata dan maksimal,” ujarnya.

Pemasangan patok wajib dilakukan berdasarkan musyawarah dengan pemilik tanah sekitar, agar tidak menimbulkan perselisihan baru. Patok dapat dibuat dari bahan apa pun—kayu, beton, atau besi—yang penting batas lahan terlihat nyata.

Adapun wilayah yang ikut serta dalam pencanangan GEMAPATAS 2025 antara lain Kabupaten Malang, Blitar, Jombang, Lumajang, dan Pamekasan di Jawa Timur; serta Bogor, Cirebon, Sukabumi, Pangandaran, dan Tasikmalaya di Jawa Barat. Sementara luar Jawa mencakup wilayah-wilayah seperti Ketapang, Tabalong, hingga Kutai Kartanegara.

Turut hadir dalam kegiatan ini pejabat tinggi Kementerian ATR/BPN, Forkopimda Jawa Tengah, serta Kepala Kantor Wilayah BPN dari berbagai provinsi.

Dengan semangat GEMAPATAS 2025, pemerintah mengajak seluruh rakyat Indonesia menjaga hak atas tanahnya: pasang patok atau siap-siap tanah diserobot!(Eno)