Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Jangan Semua Jadi Tentara, Harus Ada yang Menuntut Ilmu Agama

IMG-20251031-WA0072

Jakarta | Serulingmedia.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pentingnya menuntut ilmu, terutama ilmu agama, sebagai bekal moral dan spiritual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal ini ia sampaikan dalam Pengajian Bulanan Kementerian ATR/BPN yang digelar di Masjid Nuurur Rahman, Kamis (30/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Nusron memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian ATR/BPN yang tetap konsisten menghadiri kajian di tengah padatnya aktivitas pekerjaan.

“Alhamdulillah, pengajian ini sudah yang kedelapan kalinya kita laksanakan. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan menambah ilmu bagi kita semua,” ujar Menteri Nusron.

Menteri Nusron menegaskan bahwa menuntut ilmu tidak mengenal batas usia maupun waktu.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 122, yang menekankan pentingnya sebagian umat Islam memperdalam ilmu agama agar dapat memberikan bimbingan kepada masyarakat.

“Orang menuntut ilmu itu tidak dibatasi waktu dan usia. Karena ini perintah Allah SWT, maka meskipun kita sibuk bekerja, harus tetap meluangkan waktu untuk belajar, terutama ilmu agama,” ungkapnya.

Dalam tausiyahnya, Nusron Wahid juga mengisahkan asbabun nuzul ayat tersebut yang terjadi pada masa Rasulullah SAW ketika menghadapi perang Ahzab.

Saat itu seluruh pemuda diwajibkan berlatih perang hingga tidak ada yang menuntut ilmu agama. Allah SWT kemudian memerintahkan agar sebagian umat tetap fokus belajar agama untuk menjaga kesinambungan dakwah.

“Jangan semua anak dijadikan tentara, polisi, atau pegawai. Minimal satu di antara mereka harus belajar ilmu agama. Begitu pula dalam masyarakat, paling tidak satu RW harus punya imam yang paham agama,” pesan Nusron Wahid.

Ia menambahkan bahwa pengajian rutin di lingkungan Kementerian ATR/BPN ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata pembinaan mental spiritual ASN agar tetap berkarakter dan berintegritas dalam menjalankan tugas negara.

“Saya berterima kasih karena di tengah kesibukan dan usia yang sudah tidak muda lagi, banyak yang masih semangat mengaji. Ini bagian dari tanggung jawab kita untuk terus belajar,” pungkasnya.

Rangkaian pengajian tersebut diawali dengan pembacaan Surah Yasin oleh Ahmad Ziyad, dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Hadist Arbain Imam An Nawawi oleh Zulfa Mustafa. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama beserta jajaran pegawai Kementerian ATR/BPN, dan berlangsung dengan khidmat serta penuh kekeluargaan.( Sar).