Malam Haru Konser Sketsa Jalanan: Anto Baret Rayakan Ulang Tahun ke-68 di Tengah Sorak Penggemar

IMG_20250727_181958

Malang | Serulingmedia.com – Konser Sambang Sambung Sketsa Jalanan yang digelar di Gedung Kesenian Gajayana, Kota Malang, Sabtu malam (26/7/2025), berubah menjadi malam penuh kehangatan dan kenangan.

Di tengah peluncuran album kolaboratifnya, musisi legendaris Anto Baret mendapat kejutan ulang tahun ke-68 dari sang istri tercinta, membuat suasana konser menjadi haru dan penuh cinta.

Momen emosional itu terjadi saat Anto Baret tampil di atas panggung. Tiba-tiba sang istri muncul membawa kue ulang tahun dan naik ke panggung, disambut tepuk tangan meriah dari ratusan penonton.

Gedung sontak dipenuhi sorakan dan nyanyian selamat ulang tahun dari para penggemar yang memadati ruang pertunjukan.

Sebagai bentuk apresiasi dan cinta, komunitas penggemar setianya, Gimbal Alas, turut memberikan kado spesial berupa foto eksklusif Anto Baret bersama istrinya.

Hadiah itu menjadi simbol kuat dari perjalanan panjang sang musisi yang telah menginspirasi banyak orang melalui musik dan sikap hidupnya.

“Terima kasih untuk istri saya dan semua sahabat yang selalu setia mendukung perjalanan hidup dan karya saya,” ucap Anto Baret dengan suara bergetar, menyampaikan rasa syukurnya di tengah suasana penuh haru.

Konser tersebut menjadi magnet bagi penikmat musik dari berbagai daerah, tak hanya dari Malang, tetapi juga dari Surabaya, Blitar, Banyuwangi, hingga Jakarta.

Mereka datang untuk menyaksikan langsung penampilan Anto Baret dan merayakan dedikasinya dalam dunia musik jalanan dan pergerakan sosial.

Dalam konser itu, Anto Baret membawakan sejumlah lagu terbaru seperti “Ayah Ibu”, “Sketsa Jalanan”, dan “Arwah”.

Ia juga tampil berkolaborasi dengan sejumlah musisi nasional seperti Toto Tewel, Mike Marjinal, Bob Marjinal, Tege Dreads, dan Yose Kristian. Penampilan mereka menyuguhkan perpaduan musik ballad-rock dengan pesan-pesan sosial yang kuat dan menyentuh.

Anto Baret, atau Anto S. Trisno, merupakan sosok penting dalam dunia musik jalanan Indonesia. Musisi dan budayawan asli Malang ini dikenal luas sebagai pendiri Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) dan pejuang nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan kemanusiaan. Julukan “Baret” bahkan diberikan langsung oleh Iwan Fals, sahabat sekaligus legenda musik Indonesia.

Tak hanya musisi, Anto Baret juga merupakan alumnus Teknik Sipil ITN Malang dan pencipta semboyan legendaris HIMAKPA: “Yang Maha Esa dan Alam Hanya Satu. Yang Satu Itu Aku Cinta.” Ia pun menggubah lagu “Hymne HIMAKPA – HIMAKPA Bernyanyi” yang hingga kini masih menjadi identitas organisasi pecinta alam kampus tersebut.

Konser malam itu bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang cinta, dedikasi, dan penghormatan atas perjalanan panjang seorang seniman jalanan yang tak pernah lelah bersuara untuk kebenaran dan kemanusiaan.( Eno).