Mahasiswa UIN Malang Ditempa di Sarang Pasukan Elite TNI AU Abd. Saleh : Dari Kampus Menuju Kader Bangsa Bermental Baja!
Malang | Serulingmedia.com – Di saat sebagian mahasiswa sibuk dengan tugas kuliah dan dunia digital, puluhan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia justru memilih jalan yang berbeda — jalan tempaan, kedisiplinan, dan pengabdian.
Mereka rela meninggalkan kenyamanan kampus demi mengikuti Kursus Kader Pembinaan Mental Nasional (Suskabintalnas) XII Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Resimen Mahasiswa (Menwa) Satuan 811 Wira Cakti Yudha UIN Malang.
Yang membuat kegiatan ini istimewa, lokasinya bukan di ruang seminar atau aula kampus, melainkan di markas pasukan elite TNI AU — Batalyon Komando 464 Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), Abdurrahman Saleh, Malang.
Di sinilah para “Baret Jingga” ditempa menjadi prajurit tangguh, dan kini para mahasiswa pun merasakan atmosfer ketegasan dan semangat juang yang sama.
Selama sepekan penuh, 10 hingga 16 November 2025, sebanyak 25 peserta dari berbagai penjuru Nusantara — mulai dari Surabaya, Madura, Tulungagung, Yogyakarta, hingga Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Padang — akan mengikuti pembinaan mental, rohani, ideologi, dan kejuangan. Mereka datang dengan semangat tinggi untuk membentuk karakter, bukan sekadar bergaya dengan seragam Menwa.
Dalam upacara pembukaan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Triyo Supriyatno, yang bertindak sebagai inspektur upacara, memberikan pesan yang membakar semangat para peserta.

“Resimen Mahasiswa itu bukan sekadar barisan berseragam. Ia adalah kekuatan strategis bangsa, tempat kalian belajar arti tanggung jawab, disiplin, dan keberanian. Bangsa ini tidak akan maju tanpa generasi muda yang bermental baja,” tegasnya di hadapan jajaran Komandan Batalyon 464 Kopasgat dan tamu undangan lainnya.
Triyo juga menambahkan bahwa dunia kampus bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat menempa kepribadian dan semangat kebangsaan.
“Kalau ingin menjadi pemimpin sejati, jangan hanya kuat di pikiran. Harus juga kuat di hati dan tindakan. Tempaan seperti inilah yang akan membuat kalian berbeda,” ujarnya.
Suasana latihan pun mencerminkan pesan tersebut. Derap langkah para mahasiswa berpadu dengan komando keras dari instruktur militer.
Peluh bercucuran, tapi semangat tetap membara. Mereka belajar arti kebersamaan, tanggung jawab, dan keteguhan dalam menghadapi tekanan.
Bagi para peserta, pengalaman ini bukan sekadar latihan fisik, tapi perjalanan untuk menemukan jati diri.
“Awalnya berat, tapi kami sadar inilah bentuk nyata perjuangan. Di sini kami belajar menjadi pribadi tangguh,” ujar salah satu peserta dari Nusa Tenggara Timur dengan mata berbinar.
Suskabintalnas bukan hanya mencetak kader Resimen Mahasiswa yang disiplin dan tangguh, tetapi juga menanamkan nilai luhur kebangsaan dan cinta tanah air.
Mereka dilatih untuk berpikir cepat, bertindak tepat, dan tetap berpegang pada nilai moral dan spiritual.
Markas Kopasgat yang biasanya dipenuhi prajurit profesional kini bergema dengan semangat para mahasiswa yang ingin menjadi bagian dari masa depan bangsa.
Dari sinilah generasi muda belajar bahwa pemimpin sejati lahir bukan dari kenyamanan, tapi dari tempaan.
Semangat Baru untuk Indonesia
Apa yang dilakukan para peserta Suskabintalnas ini menjadi pesan kuat bagi generasi muda di seluruh Indonesia: bahwa kecerdasan tanpa ketangguhan mental tidak akan berarti. Disiplin, tanggung jawab, dan semangat juang adalah fondasi yang akan menjaga bangsa ini tetap kokoh.
Ketika derap langkah mereka menggema di tanah latihan Kopasgat, sejatinya itu adalah gema harapan Indonesia — bahwa di tangan anak muda yang berani ditempa inilah masa depan bangsa akan tetap tegak, tangguh, dan bermartabat. ( Eno).






