Lulusan Psikologi UIN Malang Dibekali Grit dan Mindset Entrepreneurship: “Selamat Datang di Kehidupan Nyata”

1970896_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membekali calon wisudawan Program Sarjana dan Magister Psikologi dengan kesiapan menghadapi dunia profesional.

 

Tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, para lulusan didorong memiliki daya juang, keberanian menghadapi perubahan, serta pola pikir kewirausahaan.

 

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Pembekalan Yudisium yang digelar di Aula Lantai 1 Fakultas Psikologi, Kamis (3/9/2026), mulai pukul 13.00 WIB.

 

Kegiatan diikuti seluruh calon wisudawan sebagai bekal sebelum mereka benar-benar memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.


Fakultas Psikologi menghadirkan Irham Thoriq, Founder dan CEO Tugu Media Group, sebagai pemateri. Irham membawakan materi bertajuk “Selamat Datang di Kehidupan Nyata: Passion, Grit, Psikologi Kewirausahaan dan Mindset Entrepreneurship.”

Di hadapan para calon wisudawan, Irham mengajak peserta tidak terlena dengan pencapaian akademik yang telah diraih.

 

Menurutnya, gelar sarjana maupun magister merupakan sebuah pencapaian penting, tetapi bukan garis akhir perjalanan.

“Setelah lulus, sebenarnya kita sedang memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Di sana tidak cukup hanya dengan nilai akademik, tetapi bagaimana kita mampu bertahan, beradaptasi, terus belajar dan berani mengambil peluang,” tutur Irham dalam pemaparannya.

Ia menilai dunia profesional memiliki tantangan yang jauh berbeda dengan lingkungan kampus. Perubahan teknologi, dinamika pekerjaan, persaingan, serta tuntutan masyarakat mengharuskan lulusan memiliki kemampuan untuk terus beradaptasi.

Karena itu, Irham mendorong calon wisudawan membangun passion sekaligus memperkuat grit atau daya juang.

“Passion membuat kita memiliki alasan untuk bergerak, sementara grit membuat kita tetap berjalan ketika menghadapi kesulitan. Tidak semua perjalanan akan mudah, tetapi orang yang memiliki daya juang tidak berhenti hanya karena mengalami kegagalan,” ujarnya.

Menurut Irham, kegagalan seharusnya tidak dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Justru dari kegagalan seseorang dapat belajar, mengevaluasi diri dan menemukan cara baru untuk mencapai tujuan.

Ia juga mengingatkan para calon lulusan agar tidak hanya berpikir sebagai pencari pekerjaan. Mereka perlu membangun mindset entrepreneurship, yakni keberanian melihat persoalan sebagai peluang untuk menciptakan solusi.

“Mindset entrepreneurship bukan berarti semua orang harus menjadi pengusaha. Seorang profesional juga harus memiliki mental entrepreneur: berani mengambil inisiatif, mampu membaca peluang, menyelesaikan masalah dan menciptakan nilai,” jelasnya.

Irham yang juga tercatat sebagai mahasiswa Program Magister Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang angkatan 2026 itu kemudian mengajak lulusan untuk tidak berhenti belajar setelah memperoleh ijazah.

Baginya, dunia profesional merupakan ruang pembelajaran yang tidak pernah selesai. Pengalaman, kesalahan, pertemuan dengan orang lain hingga berbagai persoalan yang dihadapi menjadi bagian dari proses membentuk kematangan seseorang.

“Jangan merasa setelah wisuda kita sudah selesai belajar. Justru setelah wisuda, kita akan menemukan guru-guru baru dalam kehidupan, yaitu pengalaman, lingkungan, pekerjaan dan berbagai persoalan yang kita hadapi,” ungkapnya.

Selain kemampuan personal, Irham menekankan pentingnya membangun jejaring. Para lulusan didorong tidak berjalan sendiri, melainkan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Menurutnya, jejaring dapat mempertemukan seseorang dengan peluang, pengalaman, pengetahuan maupun mentor yang dapat membantu perkembangan karier.

“Bangun network, cari mentor dan jangan takut berkolaborasi. Banyak peluang datang bukan karena kita paling pintar, tetapi karena kita memiliki relasi yang baik dan mampu memberikan manfaat kepada orang lain,” katanya.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi lulusan Psikologi yang akan berhadapan langsung dengan masyarakat.

 

Kompetensi keilmuan harus berjalan beriringan dengan kematangan karakter, kemampuan komunikasi dan kepekaan terhadap lingkungan.

Melalui pembekalan yudisium ini, Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap calon wisudawan tidak hanya siap menyandang gelar akademik, tetapi juga memiliki karakter tangguh ketika memasuki dunia profesional.

Mereka diharapkan mampu membawa semangat belajar sepanjang hayat, keberanian menghadapi perubahan, kemampuan membangun kolaborasi, serta komitmen untuk memberikan kontribusi nyata.

Sebab, sebagaimana pesan yang mengemuka dalam pembekalan tersebut, kesuksesan seorang lulusan bukan hanya tentang seberapa tinggi posisi yang berhasil dicapai, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain dan masyarakat. ( Eno).