Magister Psikologi UIN Maliki Malang Perkuat Budaya Riset dan Integrasi Keislaman Lewat PBAK 2026

1930705_11zon

Malang | Serulingmedia.com — Program Studi Magister Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mengawali tahun akademik 2026/2027 dengan memperkuat budaya akademik dan kapasitas riset mahasiswa melalui kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).

 

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026, di Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu diikuti seluruh mahasiswa baru Magister Psikologi.

 

Pembukaan berlangsung di Auditorium UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan dihadiri jajaran dosen, tenaga kependidikan serta pimpinan Fakultas Psikologi.

Dekan Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Si., mengatakan, pilihan mahasiswa menempuh pendidikan di Magister Psikologi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi akademik sekaligus profesional.

Menurutnya, Magister Psikologi UIN Maliki Malang memiliki karakteristik khas karena mengintegrasikan ilmu psikologi dengan nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Magister Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki kekhasan yang tidak banyak dimiliki program studi lain, yaitu mengintegrasikan psikologi dan keislaman dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof. Siti Mahmudah.

Ia menegaskan, integrasi tersebut menjadi identitas akademik yang membedakan Magister Psikologi UIN Maliki Malang dengan program studi sejenis.

Karena itu, mahasiswa tidak hanya diarahkan menguasai teori dan metode psikologi, tetapi juga memahami aspek etika, spiritualitas dan nilai-nilai keislaman dalam pengembangan serta penerapan ilmu.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Psikologi, Dr. Novia Sholichah, M.Psi., Psikolog, mengatakan PBAK bukan sekadar kegiatan orientasi mahasiswa baru.

PBAK, kata dia, dirancang untuk membangun budaya akademik pascasarjana sejak awal sekaligus menyiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan pendidikan magister.

“Mahasiswa magister dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, keterampilan riset yang baik, serta produktivitas akademik yang tinggi,” jelas Novia.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi mengenai visi dan misi program studi, kurikulum, sistem akademik, layanan kemahasiswaan hingga peran alumni dalam dunia kerja dan pengembangan profesi.

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai layanan digital kampus untuk menunjang proses pembelajaran maupun administrasi akademik.

Penguatan integrasi psikologi dan keislaman menjadi salah satu materi utama. Mahasiswa diajak memahami bahwa pengembangan psikologi tidak hanya bertumpu pada pendekatan ilmiah, tetapi juga harus mempertimbangkan nilai etika dan spiritualitas.

Tak berhenti pada pengenalan akademik, PBAK juga diarahkan pada peningkatan kemampuan riset.

 

Mahasiswa mendapat pelatihan pengelolaan referensi ilmiah untuk menjaga integritas akademik, strategi penelusuran literatur serta pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung penelitian.

 

Pada sesi penguatan riset, mahasiswa mengikuti workshop dan pendampingan penyusunan topik penelitian serta praktik penyusunan scoping review bersama dosen dan mentor akademik.

Kegiatan tersebut ditujukan agar mahasiswa sejak awal mampu merancang penelitian secara sistematis, relevan dan memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu psikologi.

Melalui PBAK 2026, Magister Psikologi UIN Maliki Malang menegaskan arah pendidikan pascasarjana yang tidak hanya mengejar kompetensi akademik, tetapi juga membangun karakter peneliti dan profesional yang memiliki landasan nilai.

Program studi menargetkan mahasiswa baru mampu berkembang menjadi lulusan yang unggul dalam bidang psikologi, produktif menghasilkan karya ilmiah serta mampu mengintegrasikan keilmuan dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan profesional maupun pengabdian kepada masyarakat.(Eno).