Bukan Sekadar Hafal Ayat! Rektor UIN Malang Dorong 155 Wisudawan Tahfiz Jadi Generasi Ulul Albab
Malang | Serulingmedia.com – Sebanyak 155 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti Wisuda Tahfiz Al-Qur’an ke-18 Tahun 2026.
Dari jumlah tersebut, 32 mahasiswa berhasil menuntaskan hafalan 30 juz, sementara lainnya mencapai target hafalan mulai dari 5 juz.
Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Aula Fakultas Humaniora Lantai 3, Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (3/9/2026), pukul 13.00-15.00 WIB.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag., M.Si., mengatakan capaian hafalan tersebut merupakan prestasi yang membanggakan.
Namun, ia mengingatkan para wisudawan agar tidak menjadikan prosesi wisuda sebagai akhir perjalanan bersama Al-Qur’an.
“Jangan jadikan hari ini sebagai akhir perjalanan menghafal Al-Qur’an. Jadikan hari ini sebagai awal dari perjalanan untuk hidup bersama Al-Qur’an,” kata Rektor dalam sambutannya.

Menurutnya, kemampuan menghafal Al-Qur’an harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan akhlak. Hafalan tidak cukup hanya tersimpan dalam ingatan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari.
“Al-Qur’an yang dihafal harus menjadi Al-Qur’an yang dihidupkan,” tegasnya.
Hafalan Harus Melahirkan Akhlak
Rektor menjelaskan, nilai-nilai Al-Qur’an harus tercermin dalam kehidupan para hafiz dan hafizah. Ketika Al-Qur’an mengajarkan kesabaran, maka hafiz harus menjadi pribadi yang sabar. Ketika mengajarkan kejujuran, maka harus diwujudkan dalam perilaku yang jujur.
Demikian pula dengan nilai kasih sayang dan keadilan. Para wisudawan diharapkan mampu menghadirkan kepedulian serta memperlakukan orang lain secara adil.
“Jika Al-Qur’an mengajarkan rahmat bagi seluruh alam, maka jadilah manusia yang kehadirannya memberikan manfaat bagi sesama,” ujarnya.
Karena itu, Rektor menegaskan tantangan para wisudawan setelah prosesi tersebut bukan hanya menjaga hafalan melalui murajaah, tetapi juga mengamalkan dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
32 Mahasiswa Tuntaskan 30 Juz
Capaian 32 mahasiswa yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz menjadi salah satu catatan penting dalam Wisuda Tahfiz Al-Qur’an ke-18 UIN Malang.
Rektor menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah melalui proses panjang dalam menghafal Al-Qur’an.
Ia juga mengingatkan bahwa semakin tinggi capaian hafalan, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaganya.
Selain menjaga hafalan, para mahasiswa juga dituntut mengimplementasikan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan akademik, profesional, maupun sosial.
“Setelah hari ini, tantangan saudara bukan hanya bagaimana menjaga hafalan, tetapi juga bagaimana mengamalkan dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an,” katanya.
Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan
Rektor menegaskan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki cita-cita melahirkan insan Ulul Albab. Konsep tersebut menempatkan kedalaman spiritual, keluasan intelektual, kematangan emosional, dan kepedulian sosial sebagai satu kesatuan.
Karena itu, para hafiz dan hafizah UIN Malang diharapkan tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki keilmuan yang kuat.
“Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan harus berjalan bersama,” ujarnya.
Ia berharap integrasi antara Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan mampu melahirkan profesional yang memiliki karakter Qur’ani di berbagai bidang.
UIN Malang, kata dia, ingin melahirkan dokter yang Qur’ani, perawat yang Qur’ani, guru yang Qur’ani, ekonom yang Qur’ani, insinyur yang Qur’ani, ilmuwan yang Qur’ani, birokrat yang Qur’ani hingga pemimpin yang Qur’ani.
“Dengan demikian, Al-Qur’an tidak hanya berada di dalam mushaf dan di dalam hafalan, tetapi hadir dalam seluruh kehidupan,” tegasnya.
Perkuat Budaya Qur’ani di Kampus
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada Hai’ah Tahfizh Al-Qur’an (HTQ) UIN Malang, para pembina, musyrif, musyrifah, serta pendamping tahfiz yang telah mendampingi mahasiswa dalam proses menghafal Al-Qur’an.
Ia meminta HTQ terus membangun ekosistem Qur’ani di lingkungan kampus dan menjadikan tahfiz sebagai bagian dari budaya akademik UIN Malang.
“Tahfiz harus menjadi bagian dari budaya akademik UIN Malang. Kita ingin kampus ini bukan hanya menjadi tempat orang belajar ilmu, tetapi juga menjadi tempat ilmu bertemu dengan iman dan iman melahirkan amal,” tuturnya.
Menjadi Cahaya Al-Qur’an di Tengah Masyarakat
Rektor kemudian berpesan kepada para wisudawan agar membawa nilai-nilai Al-Qur’an ke mana pun mereka melangkah.
Ketika menjadi mahasiswa, mereka diharapkan menjadi mahasiswa yang Qur’ani. Ketika memasuki dunia profesional, mereka harus menjadi profesional yang Qur’ani.
Ketika memperoleh amanah kepemimpinan, mereka diharapkan menjadi pemimpin yang Qur’ani.
Sementara ketika kembali ke tengah masyarakat, para wisudawan diminta menjadi cahaya Al-Qur’an bagi lingkungan sekitarnya.
“Bawalah Al-Qur’an ke mana pun saudara pergi,” pesan Rektor.
Ia berharap hafalan yang telah diraih menjadi cahaya di dunia, syafaat di akhirat, serta sumber keberkahan bagi kehidupan para wisudawan dan keluarga.
Wisuda Tahfiz Al-Qur’an ke-18 UIN Malang tersebut pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa keberhasilan menghafal Al-Qur’an bukan semata-mata tentang berapa banyak ayat yang tersimpan dalam ingatan, tetapi tentang seberapa jauh nilai-nilai Al-Qur’an mampu diwujudkan dalam akhlak, ilmu, karya, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebanyak 155 mahasiswa telah mencapai target hafalan dan 32 di antaranya menuntaskan 30 juz.
Mereka kini membawa tanggung jawab baru untuk menjadi bagian dari generasi Ulul Albab yang Qur’ani, berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat dan bangsa. ( Eno).






