Kota Batu Perkuat MBG, Nurochman Dorong UMKM Lokal Ikut Bergerak

1862666_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Pemerintah Kota Batu memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Wali Kota Batu Nurochman bersama jajaran perangkat daerah terkait mengikuti Rapat Koordinasi Khusus Menteri Dalam Negeri, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), dan kepala daerah se-Indonesia, Kamis (13/8/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Batu tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan koordinasi agar pelaksanaan MBG di daerah berjalan semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, Kota Batu siap mendukung kebijakan pemerintah pusat sekaligus melakukan penguatan dari sisi pelaksanaan di daerah.

“Kita akan terus mendukung pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Kota Batu. Yang paling penting adalah bagaimana program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam pemenuhan gizi, sekaligus bisa menggerakkan potensi ekonomi lokal.” Tegas Nurochman.

Menurut Nurochman, pelaksanaan MBG tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bagi penerima manfaat.

 

Program tersebut juga dapat menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi UMKM dan pelaku usaha lokal.

“UMKM lokal tentu akan kita dorong untuk terlibat. Sehingga manfaat program ini tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menekankan bahwa MBG harus dilaksanakan dengan orientasi pada peningkatan kualitas gizi dan sumber daya manusia.

“Makan Bergizi Gratis bukan sekadar menyediakan makanan. Yang harus kita pastikan adalah dampaknya terhadap peningkatan gizi dan kualitas sumber daya manusia.” ungkapnya.

Sudaryono menegaskan, keberhasilan program membutuhkan tata kelola yang baik serta kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat.

“Prosesnya harus baik. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan program ini mencapai tujuan,” kata Sudaryono.

Bagi Kota Batu, penguatan tata kelola MBG sekaligus menjadi peluang untuk mengoptimalkan potensi daerah. Pelibatan UMKM lokal dalam penyediaan kebutuhan program akan terus didorong agar tercipta manfaat ekonomi yang lebih luas.

Dengan sinergi tersebut, MBG diharapkan tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.( Eno).