Ketua DPRD Ajak Warga Rawat Kota Batu dengan Cinta: 24 Tahun Perjalanan “Mbatu Sae Sedoyo Sae”
Batu | Serulingmedia.com — Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti ruang rapat paripurna DPRD Kota Batu, Kamis (16/10/2025). Rapat paripurna dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-24 Kota Batu itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Didik Subiyanto, didampingi Wakil Ketua Punjul Santoso dan Ludi Tanarto.

Rangkaian acara dimulai dengan penyerahan Pataka “Hakaryo Guno Memayu Bawono” dari Ketua DPRD kepada Wali Kota Batu, sebagai simbol semangat menjaga harmoni dan tanggung jawab membangun kota yang lebih baik.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Malang Dr. Hj. Latifah, Wakil Wali Kota Malang Ali Mutohirin, mantan Wawali Batu Budiono, serta jajaran Forkopimda Kota Batu. Para tokoh lintas daerah itu turut memberi warna dan makna tersendiri bagi perayaan ulang tahun kota yang dikenal sebagai Kota Wisata Berhati Nyaman ini.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Batu Didik Subiyanto mengajak seluruh warga untuk menjadikan momentum hari jadi ini sebagai refleksi dan rasa syukur. Ia menelusuri kembali perjalanan kepemimpinan Kota Batu yang telah melalui lima kali pemilihan kepala daerah, sejak resmi menjadi kota otonom pada tahun 2002.
“Dalam usianya yang ke-24 tahun, Kota Batu telah banyak mengalami dinamika kepemimpinan. Namun satu hal yang tidak boleh berubah adalah semangat gotong royong dan kecintaan kita terhadap kota ini,” ujarnya penuh makna.

Didik juga menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremonial, melainkan wujud penghormatan kepada para pendiri dan pejuang Kota Batu—para pemimpin, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah berkontribusi hingga kota ini bisa berdiri tegak dan berkembang.
“Kita yang hadir di sini memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan cita-cita mereka. Kota Batu adalah rumah bersama yang harus kita rawat dengan cinta, kebanggaan, dan tanggung jawab,” ucapnya.
Dengan mengusung tema “Satukan Niat, Bangkitkan Semangat — Mbatu Sae Sedoyo Sae”, Didik mengajak masyarakat untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan warga. Menurutnya, tema ini mencerminkan tekad bersama dalam membangun kesejahteraan dan kemakmuran warga Batu.
“Tema ini bukan hanya slogan. Ini adalah ajakan agar kita saling melengkapi dan menyempurnakan. Dengan semangat kebersamaan, Kota Batu akan tumbuh lebih baik dan bergerak lebih cepat,” katanya.
Di akhir sambutannya, Didik juga menyinggung pentingnya kepedulian terhadap lingkungan hidup, mengingat Kota Batu merupakan daerah pegunungan yang rentan terhadap perubahan ekologi. Ia mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kelestarian alam melalui pengolahan sampah mandiri, mitigasi bencana, dan pelestarian sumber daya air.
“Setiap tantangan pasti ada solusinya. Seperti firman Allah dalam Surat Al-Insyirah ayat 5: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka mari kita hadapi semua dengan gotong royong dan niat baik,” tutupnya.
Perayaan 24 tahun Kota Batu bukan sekadar menandai usia, melainkan sebuah perjalanan panjang tentang harapan, kebersamaan, dan cinta terhadap tanah kelahiran. Di tengah udara sejuk dan gemericik sungai yang masih setia mengalir, Batu terus berbenah menuju masa depan yang lebih harmonis—seindah kesejukan alam dan sehangat hati warganya.( Eno).






